Program Bedah Rumah Pontianak 2026, 217 Rumah dan 135 WC Diperbaiki
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono foto bersama seluruh penerima manfaat bantuan stimulan perbaikan rumah tak layak huni dan perbaikan WC-Kominfo/Prokopim Pontianak-dokumen istimewa
Cerita seperti Hasan masih banyak ditemui di Kota Pontianak, terutama di kawasan padat penduduk dan bantaran sungai. Pemerintah kota pun terus menjalankan program perbaikan rumah dan sanitasi untuk menjawab persoalan tersebut.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu instrumen penting dalam menekan kemiskinan sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan permukiman.
BACA JUGA:Seminar Nasional Energi Terbarukan: Wakil Wali Kota Pontianak Soroti Potensi Energi Kalbar
“Tahun ini kita menganggarkan sekitar Rp4,6 miliar. Total ada 217 unit rumah yang kita bantu dengan nilai Rp30 juta per rumah. Selain itu, kita juga melaksanakan perbaikan WC untuk masyarakat yang belum memiliki sanitasi yang layak,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Kita berharap dengan rumah yang lebih layak, masyarakat bisa lebih fokus bekerja, membesarkan anak, dan menatap masa depan dengan lebih baik. Yang paling penting adalah kesehatan,” tuturnya.
BACA JUGA:IKAPTK Pontianak Resmi Dipimpin Iwan Amriady, Ini Kata Wawako Bahasan
Menurutnya, rumah yang sehat harus memenuhi standar dasar, seperti ventilasi yang baik, sirkulasi udara yang lancar, serta kondisi ruangan yang tidak lembap.
“Lingkungan kita ini kelembapannya tinggi, bisa 70 sampai 80 persen. Kalau rumah tidak punya ventilasi yang baik, mudah berjamur, jadi sumber penyakit. Itu yang kita ingin perbaiki,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sanitasi dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Air bersih ini penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
BACA JUGA:DPR Desak Anggaran APBN untuk Perbaikan Dermaga Feri Bardanadi Pontianak
“Air sumur kita belum layak minum tanpa diolah, sementara air parit dan sungai sudah banyak tercemar. Karena itu, kita dorong masyarakat untuk punya WC yang sehat dan menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Program ini, lanjutnya, dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara gotong royong.
“Pengerjaannya kita dorong secara gotong royong. Warga sendiri yang mengerjakan dengan pendampingan teknis dari dinas. Kalau ada kekurangan, bisa ditambah swadaya,” jelasnya.
Sumber: kominfo/prokopim pontianak


