RSUD Sekadau
Pesan artikel
Backlink iklan

BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 2–4 Januari 2026

BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 2–4 Januari 2026

Rilisan BMKG Kalbar peringatan dini cuaca 3 hari kedepan di Kalimantan Barat-bmkg_kalbar-Instagram

PONTIANAKINFO.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio merilis peringatan dini cuaca tiga harian yang berlaku mulai Jumat, 2 Januari hingga Minggu, 4 Januari 2026. Peringatan ini dikeluarkan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Berdasarkan informasi resmi BMKG yang diperbarui Jumat, 2 Januari 2026 pukul 08.01 WIB, pada Jumat, 2 Januari 2026, status Waspada atau hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Mempawah, Sambas, Sanggau, dan Sintang. Masyarakat di wilayah tersebut diminta waspada terhadap kemungkinan genangan air dan meningkatnya debit sungai.

BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 2–4 Januari 2026

Selanjutnya, pada Sabtu, 3 Januari 2026, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berlanjut dan meluas ke beberapa daerah. Wilayah yang masuk dalam status Waspada meliputi Kabupaten Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Sambas, Sekadau, serta Sintang. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti banjir lokal dan tanah longsor, khususnya di daerah rawan.

Memasuki Minggu, 4 Januari 2026, BMKG mencatat potensi hujan sedang hingga lebat masih terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat. Daerah yang masuk dalam kategori Waspada antara lain Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, dan Sintang, serta Kota Pontianak dan Kota Singkawang.

BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 2–8 Januari 2026

BMKG juga menyampaikan bahwa selama periode 2 hingga 4 Januari 2026, tidak terdapat potensi angin kencang di seluruh wilayah Kalimantan Barat atau dinyatakan nihil.

BMKG Kalimantan Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor. Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG agar dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini.

Sumber: