Pemkot Pontianak Buka Ruang Kolaborasi, Komunitas Diajak Berkontribusi Bangun Kota
Wali Kota Pontianak dan jajarannya dalam kegiatan diskusi dengan komunitas dalam agenda Pontianak Memanggil Komunitas di Aula Rohana Muthalib Bapperida Pontianak-Prokopim Pontianak-dokumen istimewa
PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi berbagai komunitas untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Komunitas di Kota Pontianak didorong menyampaikan gagasan yang konkret, realistis, dan dapat diimplementasikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang lebih partisipatif.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan pemerintah siap bersinergi dengan komunitas yang memiliki ide dan inovasi untuk kemajuan kota. Menurutnya, komunitas memiliki energi, kreativitas, serta kedekatan dengan berbagai persoalan di tengah masyarakat sehingga dapat menjadi mitra strategis pemerintah.
"Kami membuka seluas-luasnya untuk ide-ide pembangunan kota," katanya dalam pertemuan Pontianak Memanggil Komunitas di Aula Rohana Muthalib Bapperida Pontianak pada Selasa, 4 Agustus 2026.
BACA JUGA:Pemkot Pontianak Buka Ruang Kolaborasi, Komunitas Diajak Berkontribusi Bangun Kota
Kepala Bapperida Kota Pontianak, Yuli Trisna Ibrahim menjelaskan bahwa pelibatan komunitas dalam pembangunan bukanlah hal baru. Sejak 2019, Pemkot Pontianak telah mengembangkan inovasi Rumah Komunitas Pontianak (Rumpon) sebagai ruang berkumpul, berdiskusi, sekaligus menyalurkan ide dari berbagai komunitas di Kota Pontianak.
Menurut Yuli, Rumpon menjadi wadah bagi pemuda-pemudi yang memiliki kreativitas, ide segar, dan kepedulian terhadap pembangunan daerah. Melalui forum tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat terlibat lebih aktif dalam memberikan masukan kepada pengambil kebijakan.
“Kita harapkan masyarakat bisa memberi sumbangsih pemikiran kepada pengambil kebijakan, dalam hal ini kepala daerah. Sekaligus mengoptimalkan peran komunitas yang ada di Kota Pontianak agar lebih aktif dalam pembangunan daerah,” katanya.
BACA JUGA:35 ASN Pemkot Pontianak Purna Tugas, Wawako Bahasan: Pengabdian Tidak Berakhir Saat Pensiun
Ia menyebutkan terdapat lima subsektor besar komunitas yang selama ini menjadi perhatian, yakni pendidikan, lingkungan, kesehatan, ekonomi kreatif dan pariwisata, serta hobi. Khusus sektor ekonomi kreatif, perkembangannya semakin beragam, mulai dari kuliner, fesyen, startup, aplikasi, seni pertunjukan, hingga berbagai bidang kreatif lainnya.
“Dari komunitas-komunitas inilah muncul ide-ide segar yang kita harapkan memberi sumbangsih positif kepada Pemerintah Kota Pontianak,” jelasnya.
Yuli menilai gagasan dari komunitas dapat berjalan beriringan dengan berbagai inovasi yang dikembangkan perangkat daerah, termasuk melalui Innovative Government Award (IGA). Adanya sinergi tersebut dapat mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
BACA JUGA:Sungai Jawi Sabet Juara Lomba Kelurahan Hingga Tingkat Provinsi Kalbar 2026
Salah satu contoh inovasi yang telah diterapkan adalah registrasi pohon melalui aplikasi Si Pohon. Melalui inovasi ini, pemerintah dapat memantau data pohon di Kota Pontianak, mulai dari jenis, lokasi, usia, hingga kontribusinya terhadap pemenuhan ruang terbuka hijau.
Sumber: prokopim pontianak


