Perang AS–Israel Vs Iran: Kronologi Serangan dan Dampak Global
Pimpinan negara Iran, Israel, dan Amerika Serikat-urr.ask-Instagram
Akhir Januari – Februari 2026 — Ketegangan Meningkat
Negosiasi nuklir antara AS dan Iran di Geneva gagal mencapai terobosan berarti. Selama beberapa pekan sebelum akhir Februari, kapal-kapal induk, jet tempur, dan strategi pertahanan udara AS dikerahkan ke wilayah Teluk Persia, memicu kekhawatiran akan eskalasi besar.
27 Februari 2026 — Sinyal Serangan
Laporan intelijen dan analis militer internasional menunjukkan stok pertahanan Israel dan AS melemah setelah perang 2025, mempercepat rencana ofensif terhadap Iran. Banyak duta besar dan warga sipil AS di kawasan mengungsi atau dievakuasi.
28 Februari 2026 — Serangan Gabungan AS-Israel
Sabtu pagi, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan udara besar ke sejumlah titik di ibu kota Teheran dan kota lain di Iran, menargetkan fasilitas militer, situs nuklir, serta struktur komando dan kendali. Broadcaster internasional melaporkan ledakan terdengar hingga pengumuman operasi militer massal oleh Presiden AS.
Operasi ini dikenal sebagai “Operation Epic Fury” oleh pihak AS dan Israel — dengan tujuan menghancurkan kemampuan militer Iran yang dianggap mengancam keamanan regional.
1 Maret 2026 — Kematian Pemimpin Tertinggi Iran
Dalam pukulan paling mengejutkan konflik ini, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, dan tepat pada Minggu, 1 Maret 2026 dikonfirmasi oleh negara Iran melalui media nasional. Langkah ini memicu gelombang protes dan duka mendalam di dalam negeri serta ancaman balasan besar dari Tehran.
BACA JUGA:Perbedaan Karakter Pergerakan Emas di Sesi Asia, Eropa, dan Amerika
Balasan Iran dan Pelebaran Front
Balasan dari Iran datang cepat. Tehran meluncurkan rudal balistik dan pesawat tanpa awak ke wilayah Israel, menyebabkan sirene perang meraung di Tel Aviv dan menimbulkan korban sipil pertama di Israel dalam eskalasi ini. Selain itu, target pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk seperti Qatar, Bahrain, Kuwait, dan UEA juga menjadi sasaran.
BACA JUGA:BPOM Tancap Gas! Dukung PPJAI Bawa Jamu Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar Amerika Serikat
Reaksi Internasional
Sumber:


