Menjelang Bulan Ramadhan: Berikut Jadwal Awal Puasa Muhammadiyah, NU dan Pemerintah

Kamis 12-02-2026,14:05 WIB
Reporter : Muhammad Zibi Alifiqri, S. Pd
Editor : Muhammad Zibi Alifiqri, S. Pd

Penetapan tersebut didasarkan pada perhitungan hilal global, di mana awal bulan hijriah ditentukan apabila kriteria telah terpenuhi di salah satu wilayah di dunia, tanpa dibatasi wilayah lokal tertentu.

BACA JUGA:Kawal Harga Gas Melon Jelang Ramadhan, Bupati Kubu Raya Gelar Operasi Pasar di 9 Kecamatan

BRIN: Perbedaan karena Kriteria Lokal dan Global

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai potensi perbedaan awal Ramadan tahun ini cukup besar. Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin menjelaskan, perbedaan bukan disebabkan oleh data astronomi.

"Potensi perbedaan awal Ramadan 1447 H cukup besar. Bukan karena data astronominya berbeda, tetapi karena kriteria yang digunakan, apakah berbasis wilayah lokal atau global," ujar Thomas mengutip detikcom pada Kamis, 12 Februari 2026.

Menurutnya, dengan pendekatan hilal lokal, awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026 karena posisi bulan pada 17 Februari masih berada di bawah ufuk di Indonesia. Namun, dengan pendekatan hilal global, posisi hilal pada tanggal tersebut telah memenuhi syarat di Alaska sehingga awal Ramadan dapat ditetapkan pada 18 Februari 2026.

Thomas memprediksikan Ramadan 1447 H akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, merujuk pada perhitungan posisi hilal dan standar visibilitas bulan sabit yang berlaku secara nasional.

Dengan demikian, awal puasa 2026 berpotensi berbeda antara 18 dan 19 Februari. Pemerintah mengimbau masyarakat menunggu hasil sidang isbat sebagai keputusan resmi nasional, sembari tetap saling menghormati perbedaan metode penentuan awal Ramadan.

Kategori :