Sahur hingga Berburu Takjil, Berikut Tradisi Masyarakat Pontianak di Bulan Ramadhan
Ilustrasi gambar berita-Pontianak Disway-dokumen istimewa
PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Bulan suci Ramadhan di Pontianak menjadi momen kaya tradisi sosial dan kuliner yang telah melekat kuat dalam kehidupan masyarakat. Tradisi sahur dan berbuka puasa sendiri merupakan warisan budaya yang menyatukan komunitas lintas generasi, terutama di Kota Pontianak dan sekitarnya.
BACA JUGA:Sahur hingga Berburu Takjil, Berikut Tradisi Masyarakat Pontianak di Bulan Ramadhan
Tradisi Sahur-Sahur Menghidupkan Suasana Kampung
Salah satu tradisi unik yang masih dilestarikan di masyarakat Melayu Kabupaten Mempawah dan turut merambah Pontianak adalah tradisi sahur-sahur, di mana anak-anak dan remaja berjalan mengelilingi kampung sambil meneriakkan “sahur… sahur… sahur” untuk membangunkan warga yang akan berpuasa.
Tradisi ini dilakukan dengan iringan bunyi alat-alat sederhana seperti botol, galon, atau bambu yang dipukul.
Tradisi ini menguatkan rasa kebersamaan antarwarga di lingkungan sekitar. Pemerintah kota Pontianak sendiri bahkan mendorong adanya Festival Sahur-Sahur sebagai ajang pelestarian budaya ini di kalangan generasi muda.
Selain sahur-sahur, banyak keluarga di Pontianak memilih berkumpul bersama saat sahur menjelang waktu Subuh untuk berbagi makanan ringan, minuman khas, dan doa bersama sebelum memulai puasa. Interaksi ini mempererat hubungan keluarga dan tetangga, tradisi yang menjadi bagian penting dari dinamika sosial di bulan Ramadhan.
BACA JUGA:Menjelang Bulan Ramadhan: Berikut Jadwal Awal Puasa Muhammadiyah, NU dan Pemerintah
Berburu Takjil dan Kegiatan Ngabuburit
Menjelang waktu berbuka, kawasan kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya menjadi sangat hidup dengan tradisi berburu takjil dan kegiatan ngabuburit. Adapun jalan-jalan besar di Kubu Raya dan Pontianak seperti Jalan Adisucipto dan kawasan gang-gang kota ramai dengan pedagang kaki lima menawarkan aneka menu takjil dan kuliner berbuka mulai dari klepon, dadar gulung, lepat pisang, hingga bakwan khas Pontianak.
Tradisi ini menjadi ritual sosial di mana keluarga, teman, dan tetangga berkumpul sambil berbincang menunggu adzan Maghrib. Banyak remaja dan keluarga memilih berbuka puasa di warung kopi atau tepi Sungai Kapuas, menikmati pemandangan senja sambil menyantap buah kurma, es buah, dan menu khas lokal yang disukai warga.
BACA JUGA:Persiapan Masyarakat Pontianak Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Menu Khas Berbuka Puasa Pontianak
Sumber:


