Formasi 3-4-1-2 Elche Terlalu Riskan
Dalam laga ini, Elche menggunakan pola 3-4-1-2 yang kadang berubah menjadi 4-4-2 saat bertahan. Sementara Barcelona bermain dengan formasi 4-2-3-1.
Secara teori, formasi Elche bisa memberi keunggulan jumlah pemain di tengah. Namun karena mereka terlalu memaksakan pressing tinggi tanpa adaptasi, transisi bertahan menjadi sangat buruk.
Ketika pressing gagal, ruang besar langsung terbuka di belakang garis pertahanan Elche. Barcelona pun dengan mudah mengirim bola terobosan maupun umpan direct ke area berbahaya.
Elche terlihat tidak mau menyesuaikan pendekatan meskipun sudah berkali-kali dihukum oleh pola serangan Barcelona.
BACA JUGA:Mengenal Albacete Balompié, Si Keju Mekanik Penakluk Raja Eropa
Lamine Yamal Buka Keunggulan Barcelona
Gol pertama Barcelona dicetak oleh Lamine Yamal. Wonderkid Spanyol itu kembali menunjukkan kualitas luar biasa dengan memanfaatkan ruang di sisi kanan pertahanan Elche.
Pergerakan Yamal yang agresif menjadi ancaman konstan. Ia mampu menyerang ruang kosong yang ditinggalkan wingback Elche, sekaligus memaksa pertahanan lawan terus berada dalam situasi darurat.
Penampilan Yamal sekali lagi menegaskan bahwa ia adalah salah satu pemain paling istimewa yang dimiliki Barcelona saat ini.
BACA JUGA:Analisis El Clasico Final: Kunci Taktik Barcelona Juara Piala Super Spanyol 2026
Ferran Torres Tambah Gol Kedua
Barcelona kemudian menggandakan keunggulan melalui Ferran Torres. Bermain sebagai penyerang tengah yang sifatnya volatil, Ferran sering keluar dari posisinya untuk membuka ruang.
Meski sempat disebut kurang klinis dalam beberapa peluang, Ferran tetap mampu mencetak gol penting yang membuat Barcelona semakin nyaman mengontrol pertandingan.