RSUD Kota
Pesan artikel

Bedah Taktik Hansi Flick: Cara Barcelona Bongkar Hybrid Press Copenhagen

Bedah Taktik Hansi Flick: Cara Barcelona Bongkar Hybrid Press Copenhagen

Skuad Barcelona saat merayakan gol Rashford dalam laga lanjutan liga Champions kontra Copenhagen pada Kamis, 29 Januari dini hari WIB-fcbarcelona-Instagram

PONTIANAKINFO.COM - Barcelona berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Liga Champions 2025/26 setelah meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Copenhagen di Stadion Camp Nou pada Kamis, 29 Januari 2026 dini hari WIB. Hasil ini membuat Blaugrana finis di peringkat kelima klasemen fase liga dengan koleksi 16 poin, sekaligus memastikan langkah mereka ke fase gugur kompetisi elit Eropa.

Meski menang telak, pertandingan ini tidak berjalan mudah bagi tim asuhan Hansi Flick. Barcelona bahkan sempat tertinggal lebih dulu akibat kesalahan sendiri sebelum akhirnya bangkit dan menunjukkan dominasi di babak kedua.

BACA JUGA:Bedah Taktik Hansi Flick: Cara Barcelona Bongkar Hybrid Press Copenhagen

Barcelona Sempat Terkejut oleh Gol Copenhagen

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Barcelona justru memulai laga dengan sedikit kesulitan. Copenhagen tampil disiplin dengan pendekatan pressing hybrid yang membuat Blaugrana kesulitan mengembangkan permainan dari tengah.

Petaka datang ketika Jules Kounde melakukan kesalahan umpan di area pertahanan. Bola berhasil direbut dan dimanfaatkan Viktor Dadason untuk membawa Copenhagen unggul lebih dulu.

Situasi ini juga memperlihatkan bagaimana pressing Copenhagen mampu mengganggu progresi bola Barcelona pada awal pertandingan.

BACA JUGA:Analisis Derby Manchester: Disiplin Blok Rendah MU Lumpuhkan Permainan City

Hybrid Press Copenhagen Menyulitkan Barcelona

Dalam laga ini, Barcelona bermain dengan formasi dasar 4-2-3-1. Sementara Copenhagen menggunakan pola 5-4-1 dengan struktur bertahan yang sangat rapat.

Copenhagen menerapkan hybrid press, yakni kombinasi antara main oriented press di beberapa area tertentu dan zonal marking pada area lainnya. Ketika bola diarahkan ke Eric Garcia, salah satu pemain Copenhagen langsung melakukan lompatan tekanan, sementara pemain lain tetap menjaga zona mereka.

Pendekatan ini membuat Barcelona kesulitan mengakses central progression dan dipaksa lebih sering bermain lewat sisi lapangan.

BACA JUGA:Analisis El Clasico Final: Kunci Taktik Barcelona Juara Piala Super Spanyol 2026

Sumber: