Kemenangan Barcelona atas Copenhagen tidak hanya soal kualitas individu, tetapi juga soal adaptasi taktik. Setelah kesulitan menghadapi hybrid press di babak pertama, Blaugrana berhasil mematahkan sistem tersebut lewat invite press, eksploitasi ruang antar lini, serta serangan agresif dari sisi kanan melalui Lamine Yamal.
Hansi Flick kembali menunjukkan bahwa Barcelona bukan hanya tim penguasaan bola, tetapi juga mampu menang lewat fleksibilitas strategi dan perubahan ritme permainan.