Barcelona kemudian menambah keunggulan menjadi 3-1 lewat titik putih. Penalti diberikan setelah Lewandowski dijatuhkan di kotak terlarang.
Raphinha yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gol ini kembali bermula dari pergerakan aktif Barcelona di sektor kanan yang membuat Copenhagen gagal mengantisipasi crossing Yamal.
Gol ketiga tersebut semakin memukul mental Copenhagen yang mulai kehilangan konsistensi pressing seperti di babak pertama.
BACA JUGA:Mengenal John Herdman, Kandidat Kuat Pelatih Baru Timnas Indonesia
Tendangan Bebas Rashford Tutup Pesta Gol
Gol penutup Barcelona dicetak oleh Marcus Rashford pada menit ke-85 melalui tendangan bebas. Ini menjadi momen spesial karena Barcelona sudah lama jarang mencetak gol dari situasi bola mati, sesuatu yang dulu sangat identik dengan Lionel Messi.
Masuknya Rashford juga menunjukkan efektivitas pergantian pemain Hansi Flick yang memberikan energi baru dalam fase akhir pertandingan.
Barcelona memastikan kemenangan 4-1 dan mengunci tiket ke babak 16 besar dengan penuh percaya diri.
BACA JUGA:Tekanan di Puncak: Kesiapan Skuad Amorim Jelang North West Derby di Anfield
Gol Copenhagen Dianulir VAR
Copenhagen sempat mencetak gol balasan pada menit ke-89. Namun setelah peninjauan VAR, gol tersebut dianulir karena posisi offside.
Keputusan itu memastikan Barcelona menutup laga tanpa tambahan tekanan, sekaligus mempertegas dominasi mereka di babak kedua.
BACA JUGA:EVOS Esports Juara Free Fire EWC 2025: Tim Indonesia Ukir Prestasi Dunia
Barcelona Menang Lewat Adaptasi dan Konsistensi