Dalam banyak momen, fullback Athletic Bilbao harus menghadapi dua hingga tiga pemain Barcelona tanpa dukungan optimal dari winger. Situasi ini membuat Barcelona mampu menempatkan hingga lima pemain di area serang menghadapi empat bek lawan.
Ketika sisi kiri mulai padat, Barcelona dengan cepat mengalihkan serangan ke sisi kanan, menjaga intensitas dan tekanan tetap tinggi.
BACA JUGA:Link Live Streaming Real Madrid vs Barcelona, Minggu 26 Oktober 2025 pukul 22.15 WIB
Lemahnya Koordinasi Bertahan Athletic Bilbao
Masalah terbesar Athletic Bilbao terletak pada koordinasi bertahan yang buruk. Ketika satu pemain mencoba menekan, pemain lain sering kali ragu harus naik atau bertahan.
Pressing yang tidak serempak membuat struktur pertahanan Bilbao mudah ditembus. Beberapa kali terlihat pemain Barcelona berdiri bebas di area berbahaya tanpa pengawalan, khususnya Fermin Lopez yang kerap muncul di ruang antar lini.
Kurangnya awareness defensif dari pemain sayap Bilbao juga memperparah keadaan, karena fullback sering ditinggalkan sendirian saat menghadapi overload.
BACA JUGA:Link Live Streaming Manchester City vs Liverpool, Minggu 9 November 2025 pukul 23.30 WIB
Fleksibilitas Build-Up Barcelona
Dalam fase build-up, Barcelona menunjukkan fleksibilitas struktur yang matang. Saat menyerang, mereka kerap membentuk tiga bek situasional di lini belakang.
Dua bek tengah menjaga kedalaman, sementara satu bek lainnya memiliki kebebasan untuk naik membantu progresi bola. Struktur ini memberikan keamanan saat transisi negatif sekaligus memastikan jumlah pemain di lini depan tetap maksimal.
Dengan pendekatan ini, Barcelona mampu menjaga penguasaan bola tanpa kehilangan ancaman vertikal.
BACA JUGA:Tekanan di Puncak: Kesiapan Skuad Amorim Jelang North West Derby di Anfield
Peran Krusial Pedri di Ruang Antar Lini
Pedri kembali menjadi sosok penting dalam permainan Barcelona. Gelandang muda Spanyol tersebut berperan sebagai penghubung antara lini tengah dan lini serang.
Saat Athletic Bilbao mencoba melakukan pressing tinggi, Pedri memanfaatkan ruang yang muncul di belakang garis tekanan. Ia membawa bola ke depan dengan kontrol yang tenang dan mengalirkan umpan progresif yang memecah pertahanan lawan.