Analisis Taktik Barcelona vs Athletic Bilbao: Dominasi Side to Side dan Overload Sayap ala Hansi Flick
Laga Barcelona vs Athletic Bilbao dalam laga Super Copa Spanyol pada Kamis, 8 Januari 2026 dini hari-athleticclub-Instagram
PONTIANAKINFO.COM - Barcelona menunjukkan performa yang sangat meyakinkan saat menghadapi Athletic Bilbao pada Kamis, 8 Januari 2026 dini hari dalam laga Piala Super Spanyol dengan skor 5-0. Kemenangan besar yang diraih Blaugrana menjadi gambaran jelas keberhasilan pendekatan taktik Hansi Flick yang konsisten sepanjang pertandingan.
Barcelona sendiri tampil dengan identitas permainan yang kuat: penguasaan bola agresif, sirkulasi cepat, dan eksploitasi ruang melalui permainan sayap. Athletic Bilbao, meski menggunakan formasi yang sama, gagal menandingi kualitas struktur dan koordinasi permainan tim Catalan.
Formasi Identik, Kualitas Struktur Berbeda
Kedua tim memulai laga dengan formasi dasar 4-2-3-1. Namun, kesamaan tersebut hanya terlihat di atas kertas. Dalam praktiknya, Barcelona jauh lebih unggul dalam hal pemosisian pemain dan pemahaman ruang.
Struktur Barcelona di bawah Hansi Flick terlihat cair. Para pemain mampu bertukar posisi tanpa mengorbankan keseimbangan tim. Sementara itu, Athletic Bilbao cenderung statis dan kerap terlambat menyesuaikan diri saat Barcelona mengubah arah serangan.
Perbedaan kualitas struktur inilah yang menjadi fondasi dominasi Barcelona sepanjang laga.
BACA JUGA:Mengenal Istilah Boxing Day di Premier League: Makna, Tradisi dan Dampaknya
Side to Side Play sebagai Fondasi Serangan
Salah satu aspek paling menonjol dari permainan Barcelona adalah penerapan konsep side to side secara konstan. Bola dipindahkan dari sisi kanan ke kiri, lalu kembali ke kanan dengan tempo tinggi.
Pendekatan ini bertujuan untuk memaksa blok pertahanan Athletic Bilbao terus bergeser. Ketika satu sisi ditutup, Barcelona tidak memaksakan penetrasi, melainkan langsung mengalihkan bola ke sisi berlawanan.
Perpindahan bola yang cepat membuat lini pertahanan Bilbao kesulitan menjaga jarak antar pemain, sehingga celah antar lini mulai bermunculan seiring berjalannya waktu.
BACA JUGA:Mengenal John Herdman, Kandidat Kuat Pelatih Baru Timnas Indonesia
Overload di Sektor Sayap Kiri dan Kanan
Sumber: tommy desky


