Pasar Induk Modern Segera Dibangun, Bupati Kubu Raya Targetkan Groundbreaking 2027
Bupati Kubu Raya, Sujiwo dan jajarannya saat meninjau lokasi pembangunan pasar induk-prokopim_kuburaya-Facebook
PONTIANAKINFO.COM, KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mematangkan rencana pembangunan pasar induk modern di Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya. Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan pasar tersebut dirancang sebagai pasar kering yang nyaman bagi seluruh kalangan, termasuk pekerja kantoran.
“Konsepnya pasar kering. Orang pakai dasi pun nyaman masuk ke pasar ini. Jadi tidak lagi identik dengan becek dan kumuh,” ujar Sujiwo saat meninjau lokasi pembangunan pasar induk pada Kamis, 26 Februari 2026.
Peninjauan dilakukan Sujiwo bersama para kepala perangkat daerah terkait, yakni dari Bapedda Litbang, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Pekerjaan Umum. Dalam kesempatan itu, Sujiwo mengatakan seluruh dokumen perencanaan telah rampung.
BACA JUGA:Pasar Induk Modern Segera Dibangun, Bupati Kubu Raya Targetkan Groundbreaking 2027
“Alhamdulillah, dokumen sudah lengkap. Rekomendasi gubernur sudah ada, desain selesai, dan lahan hampir sepenuhnya clear. Lahan ini sebelumnya HGB Bumi Raya Utama dan sudah dihibahkan ke Pemkab Kubu Raya. Ini menjadi dasar kita mengajukan anggaran ke pemerintah pusat,” terangnya.
Menurut Sujiwo, pembangunan pasar induk bukan sekadar memindahkan pedagang, melainkan membangun pusat ekonomi baru yang representatif dan berdaya saing. Ia menilai Kubu Raya memiliki kekuatan suplai komoditas yang besar, mulai dari hasil laut hingga pertanian dan perkebunan.
“Selama ini 55 sampai 60 persen suplai ke Pasar Flamboyan Pontianak itu dari Kubu Raya. Hasil laut dari Teluk Pakedai, Batu Ampar, Sungai Kakap, juga sayur dan buah. Ironisnya, setelah dikirim ke sana, masyarakat kita belanja lagi ke sana dan dijual kembali di Kubu Raya. Ini peluang yang harus kita tangkap,” tuturnya.
BACA JUGA:Pemkab Kubu Raya Gelar Operasi Pasar Elpiji dan Sembako di Sungai Kupah
Secara desain, ungkap Sujiwo, pasar induk akan dilengkapi ruang terbuka yang luas, kawasan tepi sungai berkonsep waterfront, serta jalur pejalan kaki dan jalur joging. Penataan kawasan Jalan Adi Sucipto juga menjadi bagian integral proyek tersebut.
“Nanti ada ruang terbuka, ada waterfront di tepi sungai. Tamannya bagus, PJU-nya bagus, tata ruangnya rapi. Kita ingin wajah ibu kota kabupaten ini tertata dengan baik,” kata Sujiwo.
Ia menyebut pembangunan pasar induk menjadi jawaban atas kondisi 244 pedagang di Pasar Melati yang saat ini dinilai tidak lagi memiliki lapak dan kios yang layak.
BACA JUGA:HGB dan HGU Tak Produktif, Bupati Kubu Raya Jemput Bola Aset Lahan
“Mereka butuh tempat berdagang yang lebih manusiawi dan representatif. Karena pasar adalah pusat pergerakan ekonomi. Kalau kita kelola dengan baik, kontribusinya besar bagi daerah dan pedagang juga merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Sujiwo menambahkan, sinyal dukungan dari pemerintah pusat sudah terlihat dan akan terus dikawal agar target penancapan batu pertama dapat terealisasi tahun depan.
Sumber: prokopim kuburaya


