Mereka tidak hanya mengenakan kain tradisional, tetapi juga mengolah, menggabungkan, dan menerjemahkan unsur budaya ke dalam karya yang dapat ditampilkan di hadapan publik.
BACA JUGA:AQUA Resmi Jadi Hydration Partner DBL Indonesia Musim 2026-2027
Dari Jakarta hingga Palembang
Di Jakarta, SMA Perguruan Rakyat 2 Jakarta membawa rangkaian koreografi yang terinspirasi dari proses membatik.
Nuansa budaya Indonesia semakin terasa melalui kehadiran sejumlah kesenian tradisional, termasuk kuda lumping. Unsur tradisional tersebut kemudian dipadukan dengan sentuhan modern dalam koreografi.
Pendekatan serupa juga terlihat dari SMA Xaverius 1 Palembang melalui tim dance The Reverie.
BACA JUGA:Kirim Sepatu dan Tas Sekolah, AZA DBL dan Disway Grup Bantu Keluarga Mandala di Samarinda
Tim tersebut mengusung tema “Kartini: Woman Empire”, yang terinspirasi dari perjuangan R.A. Kartini dalam menyuarakan kesetaraan gender serta hak perempuan untuk terus berkembang dan berprestasi.
Batik menjadi salah satu elemen utama dalam kostum dan visual pertunjukan. Unsur tersebut memperkuat pesan bahwa nilai kesetaraan gender yang dibawa generasi muda tetap dapat berjalan bersama identitas budaya Nusantara.
“AQUA percaya bahwa budaya akan tetap hidup ketika generasi muda merasa dekat dan bangga terhadapnya. AQUA DBL Dance 2026 menghadirkan ruang "adem" bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus merayakan kekayaan budaya Indonesia. Kreativitas peserta dalam mengangkat Wastra Nusantara menunjukkan bahwa warisan budaya bangsa tetap relevan, dapat dinikmati, dan terus menginspirasi lintas generasi,” ujar Adisti Nirmala selaku Marketing Director AQUA.
BACA JUGA:Kemendikdasmen dan DBL Indonesia Kolaborasi Lewat Program Super Teacher
Beragam penampilan dalam AQUA DBL Dance 2026 menunjukkan bahwa Wastra Nusantara dan batik dapat hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan generasi muda.
Batik tidak hanya ditempatkan sebagai warisan masa lalu atau busana untuk acara formal. Melalui kreativitas para pelajar, kain tradisional tersebut menjadi bagian dari musik, koreografi, kostum, properti, hingga cerita yang disampaikan di atas panggung.
Pada akhirnya, pelestarian budaya tidak selalu harus dilakukan dengan bentuk yang sama dari generasi ke generasi. Para pelajar dalam AQUA DBL Dance 2026 menunjukkan bahwa budaya juga dapat dikenali, diolah, dan diperkenalkan kembali melalui kreativitas anak muda.