Global Creative Services

AQUA DBL Dance 2026 Hadirkan Batik dalam Koreografi Modern Anak Muda

AQUA DBL Dance 2026 Hadirkan Batik dalam Koreografi Modern Anak Muda

SMA Perguruan Rakyat 2 Jakarta saat menampilkan dance dengan perpaduan pakaian batik saat memperingati Hari Batik Nasional dalam kegiatan AQUA DBL DANCE 2026--dokumen istimewa

PONTIANAKINFO.COM, JAKARTA - Batik selama ini identik dengan busana dan berbagai momen formal. Namun, melalui panggung AQUA DBL Dance 2026, kain tradisional Indonesia mendapatkan ruang ekspresi yang berbeda. Para pelajar memadukan Wastra Nusantara dengan modern dance, musik, koreografi, hingga berbagai properti pertunjukan.

Momentum tersebut bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali bagaimana kain tradisional Indonesia dapat terus dikenalkan dengan cara yang relevan bagi generasi muda.

AQUA DBL Dance 2026 sendiri mengusung tema “100% Indonesia”. Tema tersebut hadir melalui kolaborasi DBL Indonesia dan AQUA dalam penyelenggaraan DBL Dance.

BACA JUGA:AQUA DBL Dance 2026 Hadirkan Batik dalam Koreografi Modern Anak Muda

Melalui tema tersebut, para pelajar mendapat ruang untuk menerjemahkan keberagaman Indonesia melalui kreativitas masing-masing. Unsur budaya tidak hanya disampaikan melalui cerita, tetapi juga diwujudkan dalam kostum, musik, gerakan, koreografi, dan properti.

Wastra Nusantara, termasuk batik, menjadi salah satu unsur yang banyak digunakan peserta. Kreativitas tersebut terlihat di berbagai kota penyelenggaraan DBL yang mencakup 31 kota dan 22 provinsi di Indonesia.

BACA JUGA:Penampilan Alumni DBL di Fashion Show di Prancis Curi Perhatian, Bukti Profesionalitas Student Athlete DBL

Batik Dibawa ke Panggung Modern

Di Surabaya, salah satu tim yang mengangkat batik adalah SDOB (Sixers Dance One Blood) dari SMAN 6 Surabaya.

Tim tersebut menjadikan batik sebagai bagian utama dari konsep penampilan. Batik tidak hanya digunakan sebagai kostum, tetapi juga dipadukan dengan properti, koreografi, dan musik.

“Kami ingin membawa batik dari imagenya tradisional itu ke arah modern. Harapannya batik tidak hanya diakui UNESCO, tapi batik itu bisa kayak mendunia,” ujar Keisha Bella Valencia Irawan, salah satu dancer SDOB.

Bagi SDOB, proses menghadirkan batik ke atas panggung juga menjadi bagian dari kreativitas. Para anggota tim membeli kain batik secara bersama-sama, kemudian mengolahnya dengan menjahit dan menempelkannya pada kostum.

BACA JUGA:Lanjutkan Konsistensi 22 Tahun, DBL Hadirkan Musim Baru Bertema Home of The Dreamers

Sumber: