“Saya siap untuk mempertemukan kawan-kawan Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, dan Kementerian Lingkungan Hidup karena mereka siap melakukan investasi tanpa kemudian menggunakan dana APBN maupun APBD kita sama sekali,” paparnya.
BACA JUGA:Pontianak Raih Penghargaan Pelayanan Publik dan Penurunan Stunting 2026
Perubahan Perilaku Masyarakat Tetap Menjadi Kunci
Selain infrastruktur, perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan pengelolaan sampah. Rifqinizamy menekankan bahwa persoalan kebersihan membutuhkan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Padahal tanahnya sama. Hanya karena dua hal yang paling membedakan, yang pertama kedisiplinan, yang kedua kebersihan. Mudah-mudahan satu dari dua ini bisa kita selesaikan secara perlahan-lahan melalui program LSDP,” katanya.
BACA JUGA:HUT RI ke-81, Puteri Daerah Kalbar Bagikan 1.000 Paket Sembako Gratis di Pontianak
Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah (PEIPD) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Iwan Kurniawan menjelaskan LSDP menggunakan pendekatan hulu-hilir.
Pemerintah daerah didorong memperkuat edukasi, perubahan perilaku, serta kelompok masyarakat sejak dari sumber sampah.
BACA JUGA:Antusiasme Warga Rayakan HUT RI ke-81 Jadi Semangat Membangun Pontianak
“Kalau pendekatan di hulu, yang mencakup edukasi, perubahan perilaku masyarakat, dan penguatan kelompok masyarakat tidak dilakukan, maka program tidak akan berjalan secara optimal,” jelas Iwan.
Menurutnya, TPST nantinya diarahkan menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti RDF, kompos, dan produk lainnya. Hasil pengolahan tersebut dapat dijual, mendukung biaya operasional, bahkan berpotensi meningkatkan pendapatan daerah.
“Pengembangan TPST diarahkan agar sampah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis, seperti RDF, kompos, dan produk lainnya yang dapat dijual, meningkatkan PAD, atau mendukung biaya operasional,” terangnya.
BACA JUGA:Pemkot Pontianak Awasi Pemasangan Bendera Merah Putih Jelang HUT ke-81 RI
LSDP juga Dukung Sarana Pengangkutan Sampah
Program LSDP tidak hanya berfokus pada fasilitas pengolahan. Dukungan juga mencakup sarana pengangkutan sampah dari sumber menuju fasilitas pengolahan, termasuk dump truck, kendaraan roda tiga, dan alat angkut sampah rumah tangga.
Dengan demikian, rantai pengelolaan sampah diharapkan semakin terhubung, mulai dari rumah tangga sebagai sumber sampah, proses pengumpulan, pengangkutan, pemilahan, pengolahan di TPS 3R maupun TPST, hingga pengelolaan residu di TPA.