Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu, Pontianak Terima LSDP Rp157 Miliar

Sabtu 22-08-2026,14:44 WIB
Editor : Muhammad Zibi Alifiqri

Bagaimana Sampah Pontianak Akan Diubah Menjadi Nilai Ekonomi?

Penguatan pengelolaan sampah tidak hanya diarahkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Kota Pontianak juga mendorong agar hasil pengolahan sampah memiliki nilai ekonomi sehingga dapat membantu keberlanjutan sistem persampahan.

Edi mengatakan Pemkot Pontianak telah menyiapkan kerja sama pemanfaatan hasil pengolahan sampah, antara lain kompos dan minyak bakar.

BACA JUGA:Optik Pontianak Rayakan 17 Tahun Berdiri dan Semarak Kemerdekaan RI ke-81

“Harapannya sampah yang selama ini menjadi beban bisa kita olah menjadi sesuatu yang mempunyai nilai ekonomi dan bisa mendukung keberlanjutan pengelolaan sampah,” katanya.

Konsep tersebut menempatkan sampah bukan hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat diolah. Dengan pengelolaan dari sumber, sampah yang memiliki potensi ekonomi dapat dipisahkan dan diproses sebelum akhirnya masuk ke TPA.

BACA JUGA:Pemkot Pontianak Raih Penghargaan Kinerja Pengelolaan JDIH dan Indeks Reformasi Hukum dari Kementerian Hukum

Pontianak dan Sambas jadi Penerima LSDP Fase pertama

Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda mengatakan Kota Pontianak dan Kabupaten Sambas merupakan bagian dari sekitar 30 kabupaten/kota penerima Program LSDP fase pertama.

Ia berharap kedua daerah tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan sampah di Kalimantan Barat setelah mendapatkan dukungan program tersebut.

BACA JUGA:Kick-Off SPALD-T Pontianak, Proyek Sanitasi Rp1,7 Triliun Masuki Tahap Konstruksi

“Saya berharap Kota Pontianak dan Kabupaten Sambas mampu memberikan contoh terbaik dalam pengelolaan sampah dengan dukungan program LSDP ini,” tegasnya.

Menurut Rifqinizamy keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fasilitas maupun pembentukan kelembagaan. Program harus memberikan manfaat nyata dan menghasilkan produk yang mempunyai nilai ekonomi.

BACA JUGA:Pemkot Pontianak Prioritaskan Program Berdampak dalam Penyusunan RKA APBD 2027

“Kita ingin TPS 3R tumbuh di kelurahan-kelurahan dan desa-desa, kemudian TPST dapat dibentuk. Hasilnya berupa produk yang benar-benar memberikan dampak ekonomi positif kepada masyarakat kita,” katanya.

Rifqinizamy juga mengungkapkan adanya peluang investasi dari Tiongkok dalam pengelolaan sampah perkotaan, termasuk untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah. Peluang tersebut dinilai dapat menjadi pengembangan lanjutan setelah sistem pengelolaan sampah melalui LSDP diperkuat.

Kategori :