PONTIANAKINFO.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat merilis prakiraan potensi hujan harian Kalimantan Barat untuk periode Kamis, 30 Juli hingga Rabu, 5 Agustus 2026. Berdasarkan pembaruan data pada Kamis, 30 Juli 2026 pukul 01.50 WIB, sebagian besar wilayah Kalimantan Barat masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan, sementara hujan sedang diprakirakan terjadi di beberapa daerah pada hari-hari tertentu.
Dari peta prakiraan yang dirilis BMKG, hujan ringan berpotensi mendominasi wilayah Kalbar pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2026, terutama di kawasan bagian utara, barat, dan tengah. Pada periode tersebut, sebaran awan hujan terlihat cukup merata meski tidak mencakup seluruh wilayah.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 30 Juli–5 Agustus 2026
Sementara itu, pada 4 Agustus potensi hujan diperkirakan mulai berkurang. Sebagian besar wilayah diprediksi hanya berawan atau tidak mengalami hujan yang signifikan. Kondisi serupa juga berlanjut pada 5 Agustus 2026, ketika potensi hujan hanya muncul secara terbatas di beberapa wilayah.
Berdasarkan tabel prakiraan BMKG, Bengkayang dan Kapuas Hulu memiliki peluang mengalami hujan dengan intensitas sedang pada 30 dan 31 Juli, kemudian kembali berpotensi hujan sedang pada 2 hingga 3 Agustus 2026.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 28–30 Juli 2026
Wilayah Landak diprakirakan mengalami hujan sedang pada 31 Juli dan 3 Agustus. Sementara Kota Singkawang dan Sanggau juga berpotensi diguyur hujan sedang pada 3 Agustus.
Daerah lain seperti Kayong Utara, Ketapang, Kota Pontianak, Kubu Raya, Melawi, Mempawah, Sambas, Sekadau, dan Sintang secara umum diprakirakan didominasi hujan ringan selama periode prakiraan, meskipun terdapat beberapa hari dengan kondisi berawan atau tidak hujan.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 28 Juli–3 Agustus 2026
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru karena kondisi atmosfer dapat berubah secara dinamis. Warga yang beraktivitas di luar ruangan, termasuk nelayan, petani, pelaku transportasi, dan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan yang terjadi secara lokal, terutama pada sore hingga malam hari.