Kubu Raya Target Tiga Besar MTQ Kalbar 2026, Ini Pesan Bupati Sujiwo
Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat diwawancarai awak media-prokopim kuburaya-Facebook
PONTIANAKINFO.COM, KUBU RAYA - Bupati KUBU RAYA Sujiwo mengajak kafilah Kabupaten KUBU RAYA tampil maksimal pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara, 1-9 Agustus 2026. Namun, ia meminta kafilah tampil lepas tanpa beban apalagi ambisi yang berlebihan. Menurutnya, ikhtiar terbaik harus dilakukan di arena musabaqah, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Allah taala melalui sikap tawakal.
Bupati Sujiwo mengatakan persiapan Kubu Raya menuju MTQ tahun ini telah dilakukan secara matang. Menurutnya, penyelenggaraan MTQ yang rutin setiap tahun membuat Kabupaten Kubu Raya selalu memiliki kesiapan menghadapi ajang syiar Islam tersebut.
“Persiapan kita sudah cukup matang, karena MTQ ini diselenggarakan setiap tahun. Jadi secara otomatis kita selalu menyiapkan diri,” kata Sujiwo di Sungai Raya pada Rabu, 29 Juli 2026.
BACA JUGA:Kubu Raya Target Tiga Besar MTQ Kalbar 2026, Ini Pesan Bupati Sujiwo
Sujiwo menegaskan Kubu Raya tetap memiliki target prestasi. Minimal, kata dia, mampu mempertahankan posisi tiga besar seperti yang diraih pada tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, jika memungkinkan, menjadi juara umum.
“Kalau target, paling tidak kita ingin tiga besar. Selama ini kan kita selalu tiga besar, bahkan pernah menjadi runner-up. Tentu harapannya bisa menjadi juara umum,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan target tersebut tidak boleh menjadi beban psikologis bagi para peserta. Dirinya meminta seluruh anggota kafilah fokus menampilkan kemampuan terbaik tanpa dihantui tekanan untuk menang.
BACA JUGA:Pemkab Kubu Raya Larang Penebangan Mangrove, Genjot Revitalisasi dan Konservasi
“Tapi kita tidak bisa memaksakan juga. Yang penting adik-adik qari dan qariah melaksanakan tugasnya dengan baik, setelah itu hasilnya kita serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Bertawakal,” pesannya.
Menurut Sujiwo, Kubu Raya memiliki modal besar untuk bersaing karena dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak pondok pesantren. Kondisi itu dinilainya menjadi kekuatan tersendiri dalam mencetak generasi yang memahami ilmu Al-Qur'an.
"Kubu Raya ini basisnya pondok pesantren. Harusnya memang idealnya bisa menjadi juara. Karena banyak pondok pesantren berarti banyak santri, banyak ustaz, banyak kiai, habaib, dan tokoh agama. Sebagian qari dan qariah kita juga berasal dari pondok pesantren," tuturnya.
BACA JUGA:Wawancara Siswa SDIT Al Karima, Bupati Kubu Raya Ungkap Kualitas Sekolah Favorit
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa banyaknya pondok pesantren bukanlah jaminan mutlak untuk meraih gelar juara. Karena itu, ia memilih pendekatan yang lebih realistis dibanding menetapkan target yang terlalu tinggi.
"Dulu saya sempat menggebu-gebu. Tetapi akhirnya saya menyadari kita juga tidak boleh memberikan target yang terlalu bermuluk-muluk kepada anak-anak kita. Cukup pesan saya, bertanding dengan baik saja, habis itu bertawakal," ucapnya.
Sumber: prokopim kuburaya


