Apa Itu Hilal? Berikut Penjelasan dan Perannya

Minggu 15-02-2026,15:29 WIB
Reporter : Muhammad Zibi Alifiqri, S. Pd
Editor : Muhammad Zibi Alifiqri, S. Pd

PONTIANAKINFO.COM - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, pembahasan mengenai hilal kembali menjadi perhatian utama umat Islam di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) dijadwalkan akan menggelar Sidang Isbat pada Selasa, 17 Februari 2026, guna menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Dalam kalender Islam, pergantian bulan hijriah tidak ditentukan oleh tanggal tetap seperti kalender masehi. Penetapan awal bulan didasarkan pada peredaran bulan dan kemunculan hilal. Oleh karena itu, hilal menjadi faktor krusial dalam menentukan dimulainya ibadah puasa Ramadhan. Lantas, apa sebenarnya hilal dan mengapa keberadaannya begitu penting? Berikut penjelasannya.

BACA JUGA:Apa Itu Hilal? Berikut Penjelasan dan Perannya

Apa Itu Hilal?

Hilal adalah fase awal bulan sabit yang pertama kali terlihat di ufuk barat setelah matahari terbenam. Kemunculan hilal menandai berakhirnya satu bulan hijriah dan dimulainya bulan baru dalam kalender Islam. Secara astronomi, hilal muncul setelah terjadinya ijtimak atau konjungsi, yaitu saat matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus.

Dalam praktik keagamaan, hilal memiliki peran penting dalam penentuan awal bulan-bulan besar Islam seperti Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Ketiga bulan tersebut berkaitan langsung dengan ibadah utama umat Islam, mulai dari puasa Ramadan, perayaan Idulfitri, hingga pelaksanaan ibadah haji dan Iduladha.

BACA JUGA:Aktivitas Ibadah Umat Muslim Kalbar Selama Ramadhan

Mengapa Hilal Menjadi Penentu Awal Ramadhan?

Penetapan awal Ramadhan berlandaskan pada ajaran Islam yang menganjurkan umatnya untuk mulai berpuasa ketika hilal telah terlihat. Jika hilal terlihat pada tanggal 29 Syaban setelah matahari terbenam, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Ramadan.

Sebaliknya, apabila hilal tidak terlihat karena faktor cuaca atau posisi bulan yang belum memenuhi kriteria, maka bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari. Ramadhan pun baru dimulai sehari setelahnya. Prinsip ini telah diterapkan selama berabad-abad dan menjadi pedoman utama dalam kalender hijriah.

BACA JUGA:Pemkot Pontianak Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026, Ini Rinciannya

Metode Penentuan Hilal

Dalam menentukan keberadaan hilal, terdapat dua metode utama yang digunakan di Indonesia, yakni rukyatul hilal dan hisab.

1. Rukyatul Hilal (Pengamatan Langsung)

Rukyatul hilal dilakukan dengan mengamati langsung kemunculan bulan sabit setelah matahari terbenam pada hari ke-29 bulan berjalan. Pengamatan bisa dilakukan dengan mata telanjang maupun menggunakan alat bantu seperti teleskop dan teropong. Biasanya, rukyat dilaksanakan di lokasi-lokasi strategis yang memiliki pandangan ufuk barat yang terbuka.

Kategori :