Peran Generasi Muda dalam Mengembangkan Wisasta Budaya Kalimantan Barat

Jumat 23-01-2026,13:19 WIB
Reporter : Muhammad Zibi Alifiqri, S. Pd
Editor : Muhammad Zibi Alifiqri, S. Pd

PONTIANAKINFO.COM - Potensi wisata budaya di Kalimantan Barat (Kalbar) kini semakin menarik perhatian, khususnya oleh generasi muda yang mencari pengalaman sejarah dan budaya yang autentik sekaligus edukatif. Provinsi yang kaya akan keberagaman suku, tradisi, dan seni ini menjadi budaya yang bisa memperkaya wawasan budaya anak muda di era globalisasi.

BACA JUGA:Potensi Wisata Budaya Kalimantan Barat bagi Generasi Muda

Warisan Sejarah di Museum sebagai Sumber Edukasi

Salah satu daya tarik wisata budaya yang kuat di Kalbar adalah keberadaan Museum Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak. Museum ini menyimpan lebih dari 6.000 artefak sejarah dari suku-suku besar seperti Melayu, Dayak, dan Tionghoa, termasuk koleksi tempayan berusia ratusan tahun serta replika perahu panjang tradisional Dayak. 

Artefak tersebut membantu generasi muda memahami kehidupan nenek moyang mereka serta ragam budaya yang berkembang di wilayah ini. Museum sendiri menjadi ruang edukasi untuk mengenalkan peradaban lokal secara menarik. 

Tidak hanya museum di Pontianak, program pemerintah dan tokoh budaya juga mendorong pengembangan museum sebagai etalase budaya dan sarana pembelajaran kreatif. Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya museum sebagai ruang interaktif yang bisa menarik generasi muda untuk lebih mengenal cerita lokal lewat teknologi dan media edukatif.

BACA JUGA:Dari Tradisional ke Urban, Ini Perubahan Pola Hidup Warga Pontianak  

Festival Budaya sebagai Momentum Partisipasi Pemuda

Kalbar memiliki berbagai festival budaya tahunan yang bisa menjadi medium ideal bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pelestarian tradisi. Event seperti Pekan Gawai Dayak, Robo-Robo, dan Cap Go Meh menjadi magnet wisatawan domestik dan mancanegara serta sarana untuk menampilkan tarian tradisional, musik, kuliner, serta permainan adat. Festival seperti ini memperkuat rasa bangga generasi muda terhadap budaya mereka sendiri. 

Selain itu, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kalbar aktif mengembangkan kegiatan budaya seperti Barape’ Sawa’, tradisi suku Dayak Bekati yang menandai musim tanam dengan ritual syukur yang menarik minat peserta dan wisatawan. Event ini memperlihatkan bagaimana festival adat bisa menjadi ruang pembelajaran dan interaksi bagi pemuda. 

Kalbar Provinsi juga merilis Calendar of Event (CoE) tahunan yang mencakup puluhan acara budaya — mulai dari Festival Pesona Kulminasi Matahari hingga Nyobeng International Dayak Bidayuh Festival — yang menjadi peluang bagi generasi muda untuk mengenal dan terlibat dalam berbagai tradisi budaya lokal.

BACA JUGA:Wali Kota Pontianak Ingatkan Bahaya Konten Media Sosial Tanpa Literasi Digital

Pelibatan Pemuda dalam Pelestarian Budaya dan Wisata

Kategori :