PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Sariawan kerap dianggap sebagai gangguan ringan yang umum dialami banyak orang. Luka kecil di dalam mulut ini sering kali dikaitkan dengan kurang istirahat, tergigit saat makan, atau kekurangan vitamin.
"Namun, dibalik tampilan yang sepele, sariawan dalam kondisi tertentu dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius, ujar drg. Dimas Bayu ketika memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak pada Senin, 19 Januari 2026.
Secara umum, sariawan berbentuk luka kecil berwarna putih atau kekuningan dengan tepi kemerahan dan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu.
BACA JUGA:Edukasi RSUD SSMA Pontianak: Sariawan Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius
"Jika sariawan tidak kunjung sembuh lebih dari 14 hari, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian khusus." jelasnya.
Luka yang bertahan lama dapat mengindikasikan adanya infeksi, gangguan sistem imun, atau penyakit tertentu.
Menurutnya, apabila sariawan sering muncul berulang kali maka perlu diwaspadai. Kondisi ini bisa berkaitan dengan kekurangan zat gizi, vitamin B12 dan asam folat serta dipicu oleh stres berkepanjangan.
BACA JUGA:Inspektorat Pontianak Monev RSUD SSMA Tindaklanjuti Keluhan Pelayanan Publik
Selain itu, daya tahan tubuh yang menurun dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami sariawan berulang.
Ia mengingatkan gejala yang perlu diperhatikan yaitu ketika sariawan disertai nyeri hebat, perdarahan, pembengkakan atau muncul bersamaan dengan demam dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
Luka di mulut yang mengeras, membesar atau berubah warna juga tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi tanda awal penyakit serius, termasuk infeksi kronis hingga kanker mulut.
BACA JUGA:RSUD SSMA Pontianak Tekankan Pentingnya Kesehatan Gigi Lansia
"Dengan melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan medis, menjaga kebersihan mulut, menerapkan pola makan bergizi seimbang, mengelola stres hingga menghindari alkohol dan rokok dapat membantu mencegah sariawan." tutupnya.