Pesan artikel

RSUD SSMA Pontianak Ungkap Tips Aman Minum Obat Saat Puasa

RSUD SSMA Pontianak Ungkap Tips Aman Minum Obat Saat Puasa

Apoteker Abdurrachman ketika memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak tentang tips aman minum obat puasa-RSUD SSMA Pontianak-dokumen istimewa

PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Menjalankan ibadah puasa bagi penderita penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung dan kolesterol kerap menimbulkan kekhawatiran.

Kekhawatiran utama biasanya terkait jadwal minum obat yang berubah serta risiko kambuh selama berpuasa.

"Padahal, dengan pengaturan yang tepat dan pengawasan tenaga kesehatan, puasa tetap dapat dijalani dengan aman," ungkap Apoteker Abdurrachman ketika memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak pada Rabu, 28 Januari 2026.

BACA JUGA:RSUD SSMA Pontianak Ungkap Tips Aman Minum Obat Saat Puasa

Penderita penyakit degeneratif disarankan untuk tidak menghentikan konsumsi obat secara tiba-tiba selama bulan puasa. Pengaturan jadwal minum obat dapat disesuaikan dengan waktu sahur dan berbuka.

"Untuk obat yang diminum satu kali sehari umumnya dapat dikonsumsi setelah berbuka atau menjelang tidur malam, sedangkan obat dua kali sehari dapat diminum saat sahur dan berbuka," jelasnya

Sedangkan untuk obat yang diminum tiga kali sehari dapat dikonsumsi saat buka puasa, menjelang tengah malam, dan sebelum sahur. 

BACA JUGA:Waspada Kabut Asap di Pontianak, RSUD SSMA Gencarkan Penyuluhan Kesehatan bagi Kelompok Rentan

Ia menambahkan untuk pasien yang penggunaan obatnya empat kali sehari tidak dianjurkan saat berpuasa, terutama antibiotik. Jika dipaksakan kadar obat dalam tubuh bisa tidak stabil dan berisiko menimbulkan efek samping atau menurunkan efektivitas pengobatan.

Karena itu, pasien yang memiliki obat dengan aturan empat kali sehari disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa. Tujuannya agar terapi tetap aman, efektif dan tidak menganggu ibadah puasa.

Abdurrachman juga mengingatkan selain waktu minum obat, cara konsumsi juga perlu diperhatikan. Beberapa obat sebaiknya diminum setelah makan untuk mencegah iritasi lambung sehingga lebih aman dikonsumsi saat berbuka atau sahur setelah makan utama.

BACA JUGA:RSUD SSMA Pontianak Sosialisasikan Aplikasi Simponi Cinta, Daftar Poli Kini Bisa Dari Rumah

Pasien juga diimbau untuk tidak menghentikan atau mengubah dosis obat secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Dengan memperhatikan jadwal minum obat, mengatur pola makan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi makanan tinggi gula, garam dan lemak serta memastikan asupan cairan cukup adalah kunci utama agar kesehatan tetap terjaga selama bulan puasa," pungkasnya.

Sumber: rsud ssma pontianak