Penelitian menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital mampu meningkatkan pendapatan dan efisiensi operasional UMKM, namun diperlukan upaya strategis seperti penguatan literasi digital, akses teknologi, dan dukungan infrastruktur untuk mendorong transformasi yang lebih masif.
BACA JUGA:6 Rekomendasi Coffee Shop Modern di Pontianak untuk Anak Muda dan Keluarga
Tantangan yang Masih Dihadapi UMKM
Meski begitu, UMKM Pontianak masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan akses modal, pemasaran, dan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas. Kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak sedang dijajaki untuk memperkuat sektor UMKM terutama dalam aspek pemasaran produk dan pendampingan usaha. Diskusi ini menyoroti pentingnya konektivitas jejaring, akses pembiayaan, dan penguatan desain produk yang memiliki nilai budaya agar bisa menghadapi perubahan dinamika pasar.
BACA JUGA:Liburan Akhir Pekan di Pontianak, Ini Destinasi Favorit Wisata Keluarga
Sinergi Pemerintah dan Pelaku UMKM
Berbagai program pemerintah seperti perencanaan sentra UMKM di beberapa kecamatan serta pelatihan bagi pelaku usaha menunjukkan sinergi kuat antar pemangku kepentingan untuk mendorong UMKM naik kelas. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kontribusi UMKM terhadap ekonomi daerah secara lebih signifikan dan berkelanjutan.