Pesan artikel

Analisis Taktik MU vs Crystal Palace: Ketika Struktur Pressing Bermasalah, Repetisi Jadi Solusi

Analisis Taktik MU vs Crystal Palace: Ketika Struktur Pressing Bermasalah, Repetisi Jadi Solusi

Manchester United vs Crystal Palace dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026 pada Minggu, 1 Maret 2026 malam-manutd-Instagram

PONTIANAKINFO.COM - Manchester United harus berjuang keras untuk menaklukkan sepuluh pemain Crystal Palace dalam lanjutan Liga Inggris. Pada laga yang digelar di Old Trafford pada Minggu, 2 Maret 2026 malam WIB, Setan Merah sempat tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya menang 2-1.

Crystal Palace unggul di babak pertama melalui Maxence Lacroix. Namun di babak kedua, Manchester United bangkit lewat penalti Bruno Fernandes dan gol Benjamin Sesko. Crystal Palace juga kehilangan Lacroix yang mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran yang berujung penalti.

Kemenangan ini membawa Manchester United naik ke posisi ketiga klasemen Liga Inggris dengan 51 poin dari 28 laga, unggul selisih gol dari Aston Villa di posisi keempat dan tiga poin atas Liverpool di posisi kelima.

BACA JUGA:Analisis Taktik MU vs Crystal Palace: Ketika Struktur Pressing Bermasalah, Repetisi Jadi Solusi

Tertinggal Lebih Dulu, MU Dipaksa Keluar dari Zona Nyaman

Sejak awal laga, Manchester United tampil dengan formasi dasar 4-2-3-1. Sementara Crystal Palace menggunakan struktur 3-4-3 yang saat bertahan berubah menjadi 5-2-3 atau 5-4-1.

Crystal Palace bermain disiplin dan fokus menutup jalur progresi tengah. Mereka memblokade Casemiro dan Kobbie Mainoo sehingga United dipaksa mengalirkan bola ke sisi sayap, khususnya kanan melalui Diogo Dalot.

Gol Maxence Lacroix lahir dari situasi di mana pressing Manchester United tidak terukur. Ada ruang di belakang gelandang bertahan yang berhasil dimanfaatkan Palace untuk membangun serangan cepat. Lini belakang United terlihat kurang agresif dalam melakukan penekanan, memberi waktu kepada lawan untuk mengambil keputusan.

BACA JUGA:Analisis Taktik Barcelona vs Villarreal: Dominasi Sisi Kanan dan Pressing Tinggi Bungkam Kapal Selam Kuning

Fluiditas Tinggi dan Peran Bruno Fernandes

Salah satu karakter utama Manchester United di bawah Michael Carrick adalah fluiditas permainan. Pemain tidak terpaku pada satu posisi kaku. Bruno Fernandes yang secara nominal bermain sebagai nomor 10, kerap bergerak ke kiri maupun kanan untuk menciptakan ruang dan memecah fokus pertahanan lawan.

Strategi ini menuntut konsentrasi ekstra dari Crystal Palace. Namun, meski fluida dalam menyerang, Manchester United sempat kesulitan memanfaatkan ruang dengan cepat. Beberapa momen menunjukkan Bruno sudah membuka ruang, tetapi bola terlambat dialirkan sehingga peluang menguap.

Sumber: tommy desky