Pesan artikel

Pemkot Pontianak Ajak Kreator Muda Rancang Logo Hari Jadi ke-255

Pemkot Pontianak Ajak Kreator Muda Rancang Logo Hari Jadi ke-255

Gambar panggilan terbuka untuk kreator muda merancang logo dua lima lima hari jadi Kota Pontianak-Prokopim Pontianak-dokumen istimewa

PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak melalui Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak berkolaborasi dengan Pontinesia membuka program Merancang Dua Lima Lima untuk mencari kreator muda yang akan terlibat dalam perancangan logo resmi Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak.

Program ini merupakan panggilan terbuka atau open call bagi desainer grafis, ilustrator, penulis atau copywriter, serta kreator muda yang ingin membentuk tim perancang identitas visual Hari Jadi Pontianak.

BACA JUGA:Pemkot Pontianak Ajak Kreator Muda Rancang Logo Hari Jadi ke-255

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Pontianak Tirsa Elfira mengatakan, program tersebut bukan hanya mencari desain logo, namun juga menjadi ruang pembinaan bagi talenta kreatif lokal melalui proses kurasi, workshop, dan mentoring bersama praktisi desain grafis.

Hari Jadi ke-255 Pontianak adalah milik seluruh masyarakat. Melalui Merancang Dua Lima Lima, kami ingin memastikan bahwa logo yang mewakili wajah Kota Khatulistiwa di tahun ini lahir langsung dari gagasan dan tangan kreatif anak muda lokal,” ujarnya pada Selasa, 11 Agustus 2026.

BACA JUGA:Udara Tidak Sehat, Sekolah di Pontianak Diberlakukan Pembelajaran Daring

Merancang Logo Hari Jadi Pontianak dengan Konsep Pembinaan

Berbeda dengan sistem sayembara terbuka nasional yang telah dilaksanakan dalam tiga tahun sebelumnya, Merancang Dua Lima Lima mengusung strategi pembinaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Peserta tidak hanya diminta mengirimkan karya. Tim yang terpilih berdasarkan portofolio akan mendapatkan pembekalan melalui intensive workshop and mentoring sebelum menghasilkan desain logo.

“Kami tidak hanya mencari identitas visual yang representatif, tetapi juga memfasilitasi proses belajar dan pembinaan agar kapasitas kreator lokal kita terus berkembang,” katanya.

BACA JUGA:Kualitas Udara Pontianak Terdampak Asap, Wako Edi Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar

Program ini juga mengutamakan kolaborasi antardisiplin. Dengan adanya sistem penerapan ini, setiap tim memiliki keterampilan desain grafis dan kepenulisan sehingga logo yang dihasilkan tidak hanya kuat secara visual, tetapi memiliki narasi, filosofi, dan pesan yang dapat mewakili identitas Kota Pontianak.

Menurut Tirsa, Hari Jadi ke-255 Pontianak menjadi momen generasi muda untuk merumuskan kembali wajah Kota Khatulistiwa melalui karya kreatif.

“Program ini memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk tidak hanya menciptakan simbol visual, tetapi juga merumuskan narasi identitas kota yang mendalam untuk disebarluaskan pada momen perayaan hari jadi Pontianak,” jelasnya.

Sumber: prokopim pontianak