Bupati Kubu Raya Pastikan Penataan Kawasan Kuala Dua Dilakukan Secara Humanis
Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama anak-anak sekitar setelah meninjau progres penataan ruas jalan dan kawasan Pasar Kuala Dua-prokopim_kuburaya-Facebook
PONTIANAKINFO.COM, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Sujiwo kembali meninjau progres penataan ruas jalan dan kawasan Pasar Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya pada Rabu, 12 Februari 2026 malam. Dalam kunjungannya, Bupati Sujiwo menyusuri ruas jalan dari WBA menuju kawasan Alas Kusuma untuk memastikan proses penataan berjalan sesuai rencana, sekaligus ia juga berdialog dengan masyarakat setempat.
Sujiwo mengapresiasi kesadaran warga yang mulai membongkar teras bangunan mereka secara mandiri. Menurutnya, hal itu menjadi modal sosial yang penting dalam mewujudkan kawasan yang lebih rapi dan manusiawi.
BACA JUGA:Bupati Kubu Raya Pastikan Penataan Kawasan Kuala Dua Dilakukan Secara Humanis
"Alhamdulillah masyarakat sudah membongkar semua terasnya ya. Tinggal nanti dari Dinas PU akan memberikan pendampingan bagaimana layout-nya, kemudian ada lisplang, lampu, sehingga akan lebih tertata rapi," ujar Sujiwo.
Sujiwo menjelaskan penataan tidak hanya mengejar estetika, tetapi juga menjawab kebutuhan pelebaran jalan akibat tingginya volume kendaraan.
BACA JUGA:Siapkan Revitalisasi Pasar Kakap, Pemkab Kubu Raya akan Bangun Kios Gratis
"Program kita ingin jadi program pelebaran jalan. Karena jalan ini sudah padat banget. Di sana selain Kuala Dua ada Mekarsari, Sungai Asam, Suku Lanting, kemudian desa-desa di Kecamatan Terentang. Sehingga jalur ini menjadi jalur yang sangat padat," jelasnya.
Meski mendorong penataan, Sujiwo tetap menekankan pendekatan sosial. Ia memberi ruang toleransi bagi warga yang menggantungkan hidup dari aktivitas di area tersebut. Pemerintah, kata dia, tidak serta-merta melakukan pembongkaran tanpa solusi.
BACA JUGA:Wakil Bupati Kubu Raya Lantik Pengurus IPHI Kecamatan, Tekankan Peran Pembinaan Jemaah
"Tapi ya sudah kita berikan kesempatan, toleransi dulu. Karena ini menyangkut urusan perut, mungkin untuk keluarga dan lain sebagainya. Kita berikan kesempatan supaya nanti mereka menabung. Sehingga ketika ada penataan kembali sampai pada pembongkaran, mereka sudah punya tabungan untuk pindah. Supaya area ini clear," tuturnya.
Sujiwo menegaskan bahwa prinsip utama penataan adalah menghilangkan kesan kumuh dan semrawut, bukan sekadar menggusur.
BACA JUGA:Menteri Koperasi Resmikan Torasera Desa Durian di Kubu Raya, akan Direplikasi se-Indonesia
"Yang penting area ini tidak kumuh. Insyaallah kita ada toleransi selama negara atau pemerintah belum menggunakan kelebaran jalan atau peruntukan lain. Yang penting itu saja, jangan kumuh, jangan semrawut. Makanya nanti kita akan berikan pendampingan," tutupnya.
Sumber: prokopim kubu raya


