Persiapan Masyarakat Pontianak Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Suasana menyambut Hari Raya Imlek dan Ramadan di Kota Pontianak dengan hiasan ornamen lampion dan ketupat di sepanjang Jalan Gajah Mada-Prokopim Pontianak-dokumen istimewa
PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Masyarakat Pontianak kini memasuki fase persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi, yang dimana bulan tersebut tentunya identik dengan peningkatan ibadah, kegiatan sosial, serta semangat kebersamaan yang kuat di tengah komunitas.
Menjelang Ramadhan, warga dan berbagai elemen masyarakat di Pontianak telah mulai menata spiritual, sosial, hingga ekonomi agar momentum puasa dan Idulfitri dapat dijalankan secara khidmat dan bermakna.
BACA JUGA:Persiapan Masyarakat Pontianak Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Tarhib dan Safari Dakwah sebagai Persiapan Spiritual
Momentum Ramadhan sudah terasa sejak beberapa minggu sebelum bulan suci tiba. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak bersama tokoh agama menggelar kegiatan Safari Dakwah Tarhib Ramadan 1447 H. Sebuah rangkaian dakwah yang menyasar masjid, majelis taklim, dan institusi masyarakat untuk memperkuat kesiapan spiritual umat Islam.
Acara yang menghadirkan dai nasional ini bertujuan menyiapkan umat secara mental, sosial, dan spiritual agar puasa dijalani dengan sungguh-sungguh serta penuh kesungguhan.
Wali Kota Pontianak sendiri juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ibadah dan aktivitas keseharian. Dalam kegiatan tabligh akbar bersama pengurus masjid, Wali Kota mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum untuk menata kesiapan spiritual tanpa mengurangi tanggung jawab pelayanan publik yang tetap harus optimal selama Ramadhan.
BACA JUGA:Imlek dan Ramadan Bersamaan, Pontianak Tunjukkan Wajah Kota Toleran
Aktivitas Komunitas dan Tradisi Menjelang Ramadhan
Tak hanya kegiatan keagamaan formal, masyarakat Pontianak juga menunjukkan antusiasme melalui kegiatan komunitas. Di Melawi, pada tahun sebelumnya ribuan warga dari berbagai elemen ikut ambil bagian dalam Pawai Obor menyambut Ramadhan 1446 H sebagai bentuk kebersamaan dan kegembiraan menyambut bulan puasa.
Pawai yang diikuti organisasi keagamaan, sekolah, pesantren, dan komunitas masyarakat ini menjadi contoh nyata bagaimana warga secara bersama-sama merayakan tradisi menyambut bulan suci.
Toleransi antarumat beragama di Pontianak juga terlihat dalam hiasan kota yang memadukan simbol tradisi Imlek dan Ramadhan. Ornamen lampion dan ketupat menghiasi beberapa ruas jalan di pusat kota, mencerminkan keharmonisan masyarakat dalam menyambut perayaan keagamaan secara bersamaan.
Sumber:


