Pesan artikel

Analisis Taktik MU vs Tottenham: Fleksibilitas Formasi Carrick Bikin Spurs Tak Berkutik

Analisis Taktik MU vs Tottenham: Fleksibilitas Formasi Carrick Bikin Spurs Tak Berkutik

Manchester United vs Tottenham Hotspur dalam lanjutan laga Premier League pada Sabtu, 7 Februari 2026 malam WIB-spursofficial-Instagram

PONTIANAKINFO.COM - Manchester United terus melanjutkan tren positif mereka di Premier League 2025/2026. Bermain di hadapan publik Old Trafford, Setan Merah sukses menundukkan Tottenham Hotspur dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga yang digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026 malam WIB. Kemenangan ini sekaligus menjadi kemenangan keempat beruntun Manchester United di bawah arahan caretaker Michael Carrick.

Hasil tersebut semakin mengukuhkan posisi Manchester United di papan atas klasemen Liga Inggris. Saat ini, Bruno Fernandes dan kolega mantap berada di peringkat keempat dengan koleksi 44 poin dari 25 pertandingan, sementara Tottenham harus puas tertahan di posisi ke-14 dengan 29 poin.

BACA JUGA:Analisis MU vs Tottenham: Fleksibilitas Taktik Carrick Bikin Spurs Tak Berkutik

Tottenham Kehilangan Romero, Momentum Berpihak ke MU

Laga berjalan ketat di awal pertandingan, sebelum Tottenham Hotspur harus menerima pukulan telak pada menit ke-29. Kapten tim, Cristian Romero, diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Casemiro. Keputusan tersebut dinilai tepat karena Romero melakukan tekel dengan intensitas berlebihan dan menggunakan telapak kaki yang membahayakan lawan.

Kartu merah tersebut mengubah jalannya pertandingan secara signifikan. Tottenham dipaksa bermain lebih defensif dengan struktur bertahan rendah, sementara Manchester United mulai mendominasi penguasaan bola dan intensitas serangan.

BACA JUGA:Analisis Taktik MU vs Fulham: Peran Casemiro dan Bruno dalam Skema Carrick

Fleksibilitas Formasi Jadi Kunci Permainan MU

Secara nominal, Manchester United tampil dengan formasi dasar 4-2-3-1. Namun dalam fase menyerang, struktur tersebut berubah menjadi 3-2-5 yang sangat fleksibel. Lisandro Martinez, Harry Maguire, dan Diogo Dalot membentuk tiga bek sejajar, sementara Casemiro dan Kobbie Mainoo menjaga stabilitas di lini tengah.

Di lini depan, lima pemain United bergerak dinamis tanpa posisi statis. Bruno Fernandes, Bryan Mbeumo, Cunha, Alejandro Garnacho, dan Amad Diallo terus melakukan rotasi untuk menarik keluar pemain bertahan Tottenham. Pola ini membuat lini belakang Spurs kesulitan menjaga konsistensi posisi.

BACA JUGA:Analisis Barcelona vs Elche: Pressing Tinggi Tuan Rumah Jadi Celah Kemenangan Blaugrana

Gol Pembuka dari Skema Bola Mati Terlatih

Sumber: tommy desky