Analisis Taktik MU vs Fulham: Peran Casemiro dan Bruno dalam Skema Carrick
Laga Manchester United vs Fulham dalam lanjutan laga Premier League 2025/2026 pada Minggu, 1 Februari 2026 malam-brunofernandes8-Instagram
PONTIANAKINFO.COM - Manchester United meraih kemenangan ketiga berturut-turut di Liga Inggris musim 2025-2026 setelah menaklukkan Fulham dengan skor dramatis 3-2. Duel MU vs Fulham berlangsung di Stadion Old Trafford pada Minggu, 1 Februari 2026 malam WIB dan menjadi laga penuh intensitas yang menunjukkan perubahan signifikan dalam permainan Setan Merah di bawah caretaker Michael Carrick.
Bermain di depan publik sendiri, Manchester United tampil agresif dalam menyerang, tetapi juga sempat mengalami momen krisis ketika Fulham hampir menyamakan keadaan. Namun pada akhirnya, Setan Merah sukses mengunci tiga poin penting untuk menjaga momentum positif mereka.
BACA JUGA:Analisis Taktik MU vs Fulham: Peran Casemiro dan Bruno dalam Skema Carrick
MU Tampil Cair dengan Struktur Baru
Dalam pertandingan ini, Manchester United dan Fulham sama-sama memulai laga dengan formasi dasar 4-2-3-1. Namun, yang menarik bukanlah formasi awalnya, melainkan bagaimana struktur itu berubah ketika fase permainan berjalan.
Saat Fulham kehilangan bola, mereka tidak bertahan dengan 4-2-3-1, melainkan berubah menjadi struktur 4-4-2. Dua pemain depan berdiri sejajar untuk menghalangi progresi awal Manchester United, sementara lini tengah mereka merapat secara horizontal untuk menjaga blok tetap kompak.
Tujuan Fulham jelas: menutup akses vertikal dan memaksa MU menyerang lewat sisi lapangan.
BACA JUGA:Analisis Barcelona vs Elche: Pressing Tinggi Tuan Rumah Jadi Celah Kemenangan Blaugrana
Carrick Ubah MU Jadi 3-2-5 Saat Menyerang
Michael Carrick kembali menunjukkan fleksibilitas taktiknya. Saat memasuki fase menyerang, Manchester United mengubah struktur 4-2-3-1 menjadi bentuk agresif 3-2-5.
Luke Shaw naik sangat tinggi di sisi kiri menjaga lebar permainan, sementara Amad Diallo melakukan hal serupa di sisi kanan. Di lini depan, Bruno Fernandes dan Matheus Cunha menempati half-space, sedangkan Mbeumo berperan sebagai central forward.
Di lini tengah, Casemiro dan Mainoo membentuk double pivot, sementara tiga pemain di belakang—Lisandro Martinez, Harry Maguire, dan Diogo Dalot—menjaga rest defense.
Struktur ini menciptakan superioritas numerik: lima pemain menyerang MU menghadapi empat bek Fulham, memaksa pertahanan lawan teregang secara horizontal.
BACA JUGA:Analisis Derby Manchester: Disiplin Blok Rendah MU Lumpuhkan Permainan City
Sumber:


