Aktivitas Nelayan Sungai Kapuas Pontianak dan Tantangan Ekonomi di Lapangan
Ilustrasi gambar berita-Pontianak Disway-dokumen istimewa
PONTINAKINFO.COM, PONTIANAK - Aktivitas nelayan di tepian Sungai Kapuas menjadi salah satu wajah ekonomi penting di Kota Pontianak dan sekitarnya. Kawasan sungai yang membentang luas menjadi sumber utama mata pencaharian bagi puluhan kelompok nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil perikanan air tawar. Meski memiliki potensi besar, para nelayan menghadapi beragam tantangan yang memerlukan perhatian pemangku kebijakan hingga masyarakat luas.
BACA JUGA:Aktivitas Nelayan Sungai Kapuas Pontianak dan Tantangan Ekonomi di Lapangan
Aktivitas Nelayan: Tradisi dan Sumber Penghidupan
Nelayan sungai di Pontianak umumnya mencari ikan di aliran Sungai Kapuas menggunakan perahu motor kecil dan peralatan tangkap tradisional seperti jaring dan pukat. Hasil tangkapan, termasuk ikan air tawar khas sungai, dijual secara lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional maupun konsumsi rumah tangga. Pemerintah Kota Pontianak bahkan menyalurkan bantuan berupa alat tangkap dan mesin motor tempel kepada lima kelompok nelayan untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan ekonomi mereka. Bantuan yang diberikan tentunya dapat mampu mendorong peningkatan hasil tangkap dan pendapatan keluarga nelayan.
Selain sebagai pekerjaan utama, kehidupan di tepian Sungai Kapuas menjadi bagian dari kultur masyarakat lokal. Kawasan ini kini juga dikembangkan menjadi Kampung Nelayan Banjar Serasan, destinasi wisata baru yang memadukan kehidupan nelayan dengan fasilitas kuliner, pasar ikan, dan rumah makan khas sungai. Pengembangan ini dapat membuka peluang ekonomi tambahan sekaligus memperkenalkan budaya nelayan kepada wisatawan.
BACA JUGA:Makanan Khas Melayu Pontianak yang Tetap Populer Hingga Kini
Peran Pemerintah dalam Mendukung Nelayan

Pemerintah Kota Pontianak tidak hanya memberikan bantuan alat tangkap, tetapi juga sarana navigasi seperti GPS dan pelampung keselamatan untuk mendukung aktivitas nelayan di sungai. Hal ini bertujuan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga keselamatan nelayan saat berlayar. Bantuan lain seperti cooler box untuk penyimpanan hasil tangkapan menjadi upaya strategis dalam memperkuat sektor perikanan lokal.
Di sisi lain, Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan setempat mendorong diversifikasi ekonomi melalui budidaya ikan di keramba jaring apung, yang mampu menciptakan peluang kerja baru di bantaran Sungai Kapuas sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat lokal.
BACA JUGA:6 Rekomendasi Coffee Shop Modern di Pontianak untuk Anak Muda dan Keluarga
Tantangan yang Dihadapi Nelayan
Walaupun potensi perikanan di Sungai Kapuas sangat besar, kehidupan nelayan tidak tanpa hambatan. Salah satu tantangan utama adalah persaingan dengan kegiatan ekonomi lain di sungai, termasuk risiko terkena dampak dari aktivitas industri maupun jalur transportasi air yang padat. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas habitat ikan dan hasil tangkapan nelayan.
Masalah lain yang kerap dihadapi adalah pencemaran sungai akibat sampah rumah tangga dan limbah industri, yang berdampak pada menurunnya jumlah ikan di beberapa titik aliran sungai. Penurunan kualitas air sungai ini menyulitkan bagi nelayan untuk mempertahankan jumlah tangkapan yang stabil. Selain itu, praktik penambangan ilegal di sepanjang sungai juga dikeluhkan karena menyebabkan kerusakan ekosistem dan memengaruhi keberlanjutan hidup ikan di wilayah tangkapan.
Sumber:


