BMKG dan Pemkot Pontianak Peringatkan Banjir Rob, Pasang Laut Capai 2 Meter Awal Januari 2026
Kondisi air pasang mengakibatkan sejumlah titik mengalami genangan-Kominfo Pontianak-dokumen istimewa
PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan waspada potensi banjir rob akibat pasang surut air laut yang diperkirakan terjadi pada 1 hingga 9 Januari 2026. Fenomena ini berpotensi menimbulkan genangan di wilayah pesisir dan kawasan rendah, khususnya di sepanjang Sungai Kapuas.
Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Pontianak, prakiraan pasang surut menunjukkan ketinggian air laut di perairan Kota Pontianak mencapai ±1,9 hingga 2,0 meter. Bahkan, dalam grafik prakiraan pasang surut yang dirilis BMKG, tercatat pasang tertinggi mencapai 2,0 meter diprediksi terjadi pada 4 hingga 7 Januari 2026, terutama pada rentang waktu pukul 05.00 hingga 09.00 WIB.
BACA JUGA:BMKG dan Pemkot Pontianak Peringatkan Banjir Rob, Pasang Laut Capai 2 Meter Awal Januari 2026
Sementara itu, untuk wilayah pesisir Kendawangan, Kabupaten Ketapang, ketinggian pasang air laut diperkirakan juga mencapai ±2 meter, sehingga meningkatkan risiko banjir rob di kawasan permukiman, pelabuhan, dan aktivitas pesisir.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh siklus astronomis pasang surut air laut, yang diperkuat oleh potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan Kalimantan Barat. Tinggi gelombang laut selama periode tersebut diperkirakan dapat mencapai hingga 2,5 meter, terutama di perairan terbuka.
BACA JUGA:Pemkot Pontianak Siaga Banjir Rob Januari 2026, Pasang Air Laut Diprediksi Capai 2 Meter
Penjabat Wali Kota Pontianak mengimbau masyarakat, khususnya warga yang bermukim di daerah pesisir Sungai Kapuas, bantaran sungai, dan wilayah dataran rendah, untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta mengamankan barang berharga, mengantisipasi genangan di rumah dan jalan, serta memperhatikan keselamatan aktivitas transportasi sungai.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan. Masyarakat juga diminta untuk aktif memantau informasi resmi BMKG Kalimantan Barat, baik melalui situs web, media sosial, maupun aplikasi cuaca, agar mendapatkan pembaruan prakiraan secara real time dan akurat.
Sumber:





