Sejarah Sungai Kapuas dan Perannya bagi Masyarakat Pontianak
Suasana Sungai Kapuas saat sore hari--Pinterest
PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Sungai Kapuas mengalir sepanjang sekitar 1.143 kilometer, Kapuas sendiri merupakan sungai terpanjang di Indonesia yang membelah Pulau Kalimantan dari timur hulu hingga muara di Laut Cina Selatan. Peranannya dalam sejarah, budaya, ekonomi, hingga sosial masyarakat Kalimantan Barat menjadikannya sebagai bagian yang tak tergantikan selama berabad-abad.
BACA JUGA:Sejarah Sungai Kapuas dan Perannya bagi Masyarakat Pontianak
Awal Mula dan Fungsi Sejarah
Sejak zaman prasejarah dan masa pemerintahan lokal Berabad lalu, sungai ini telah menjadi jalur utama bagi pemukiman masyarakat Dayak, Melayu, dan komunitas adat lainnya. Sebagai aliran air terbesar di wilayah tersebut, Kapuas menjadi titik awal perkembangan pemukiman sepanjang tepian sungai di Kalimantan Barat, di mana masyarakat membangun kampung, melakukan aktivitas ekonominya, dan menjalin hubungan sosial dengan komunitas lain.
Data historis menunjukkan bahwa pemukiman awal masyarakat di Kalimantan Barat tumbuh di sepanjang aliran Sungai Kapuas dan memainkan peran penting dalam pola permukiman tradisional.
Sungai ini juga menjadi jalur perdagangan tradisional yang vital sebelum hadirnya jaringan jalan modern. Perahu-perahu kecil dan besar mengangkut beragam bahan kebutuhan hidup, mulai dari hasil hutan, pertanian, hingga rempah-rempah, menuju pusat pasar di Pontianak dan sekitarnya.
Jalur air ini sekaligus menjadi media pertukaran budaya antara suku Dayak, Melayu, dan pendatang lainnya.
BACA JUGA:Pontianak Utara Fokus Pembangunan Infrastruktur, Ini Program Prioritas 2026
Peran Ekonomi dan Kultural
Kehidupan ekonomi masyarakat di sepanjang Kapuas sangat bergantung pada sungai ini. Air sungai digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti mandi, minum, hingga irigasi sawah dan ladang. Tradisi pasar terapung tetap hidup, di mana pedagang dan pembeli saling berinteraksi di atas perahu, mencerminkan cara hidup unik yang terus bertahan hingga saat ini.
Tak hanya itu, Sungai Kapuas juga merupakan pusat budaya. Rumah-rumah panggung di tepi sungai mencerminkan adaptasi masyarakat terhadap fenomena banjir musiman sekaligus simbol harmonisnya kehidupan manusia dengan alam. Kebudayaan seperti tarian tradisional, cerita rakyat, hingga upacara adat di sejumlah komunitas Dayak dan Melayu pun tumbuh di sepanjang aliran Kapuas.
BACA JUGA:Festival Bangun Sahur Pontianak Jadi Etalase Budaya Sungai
Sumber:


