Harmoni Antarumat Beragama di Pontianak dalam Kehidupan Sehari-hari
Pemerintah Kota Pontianak saat bersama Satgas, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha dan seluruh elemen warga-Prokopim Pontianak-dokumen istimewa
Harmoni antarumat beragama juga terlihat dalam bentuk kegiatan sosial bersama. Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Polda Kalimantan Barat menggelar aksi bakti religi di sejumlah rumah ibadah di Pontianak, melibatkan masjid, gereja, wihara, dan klenteng.
Aksi gotong royong membersihkan lingkungan rumah ibadah ini menjadi simbol sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dari berbagai agama, menunjukkan bahwa solidaritas tetap menjadi nilai yang dijunjung tinggi oleh warganya.
Kegiatan semacam ini memperkuat hubungan antar komunitas beragama serta mengirimkan pesan kuat bahwa rumah ibadah bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat berkumpulnya komunitas dalam berbagai kegiatan sosial yang melibatkan semua golongan masyarakat.
BACA JUGA:DBL Pontianak 2025–2026 Umumkan Daftar Nominasi Kopi Good Day First Team Putra
Peran Pemerintah dan Forum Kerukunan
Pemerintah Kota Pontianak juga aktif menyukseskan kehidupan yang toleran dan harmonis melalui dukungan administratif dan kebijakan publik. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar berhasil meraih Harmony Award 2025 sebagai penghargaan nasional atas kerja kerasnya menjaga kerukunan antar umat beragama di tingkat provinsi.
Penghargaan ini mencerminkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga agama dalam menciptakan kehidupan yang damai dan saling menghormati.
FKUB berperan sebagai wadah dialog antar pemimpin agama, membantu menyelesaikan potensi konflik, serta merancang program harmoni berkelanjutan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kerukunan antarumat beragama di Kalimantan Barat bukan sekadar slogan, tetapi hasil kerja nyata komunitas.
BACA JUGA:Gaya Hidup Anak Muda Pontianak di Tengah Arus Globalisasi dan Era Digital
Interaksi Sosial dalam Keseharian
Harmoni antarumat beragama di Pontianak juga tampak dalam kehidupan sehari-hari — masyarakat saling mengunjungi pada hari besar masing-masing agama, berbagi dalam perayaan sosial, serta berbelanja atau berkegiatan bersama di pasar dan ruang publik. Interaksi harian ini memperkuat ikatan sosial yang melampaui batas agama dan suku, menciptakan masyarakat yang inklusif, ramah, dan damai.
Sumber:


