BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 30 Juli–1 Agustus 2026
Rilisan BMKG Kalbar peringatan dini cuaca 3 hari kedepan di Kalimantan Barat-bmkg_kalbar-Instagram
PONTIANAKINFO.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mengeluarkan peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Provinsi Kalimantan Barat yang berlaku mulai Kamis, 30 Juli hingga Sabtu, 1 Agustus 2026.
Berdasarkan pembaruan data BMKG pada Kamis, 30 Juli 2026 pukul 08.15 WIB, terdapat beberapa wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Adapun sebagian besar daerah di Kalimantan Barat diprakirakan tidak berada dalam kategori peringatan dini pada dua hari berikutnya.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 30 Juli–1 Agustus 2026
Pada Kamis, 30 Juli 2026, BMKG menetapkan status Waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sintang.
Sementara itu, pada Jumat, 31 Juli 2026, BMKG mencatat nihil wilayah yang masuk dalam kategori peringatan dini cuaca. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di mana tidak ada kabupaten maupun kota di Kalimantan Barat yang masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 30 Juli–5 Agustus 2026
Meski begitu, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru karena kondisi atmosfer dapat berubah secara dinamis.
Selain potensi hujan, BMKG juga merilis informasi mengenai potensi angin kencang selama periode yang sama. Pada Kamis, 30 Juli dan Jumat, 31 Juli 2026, tidak terdapat wilayah yang diperkirakan mengalami angin kencang.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 28–30 Juli 2026
Namun, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, Kabupaten Ketapang diprakirakan berpotensi mengalami angin kencang. Warga yang berada di wilayah pesisir maupun yang beraktivitas di luar ruangan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang, gelombang tinggi di perairan, maupun gangguan perjalanan.
Masyarakat Kalimantan Barat diimbau untuk rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG, terutama bagi pelaku transportasi, petani, nelayan, serta warga yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi.
Sumber:


