BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 4–6 Januari 2026
Rilisan BMKG Kalbar peringatan dini cuaca 3 hari kedepan di Kalimantan Barat-bmkg_kalbar-Instagram
PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio merilis peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Kalimantan Barat. Peringatan ini berlaku mulai Minggu, 4 Januari hingga Selasa, 6 Januari 2026, dengan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah kabupaten.
Berdasarkan data resmi BMKG yang diperbarui pada Minggu, 4 Januari 2026 pukul 08.02 WIB, pada Minggu, 4 Januari 2026, status Waspada atau hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Bengkayang, Ketapang, dan Sanggau. Sementara itu, Kabupaten Sambas masuk kategori Siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 4–6 Januari 2026
Memasuki Senin, 5 Januari 2026, wilayah yang diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Kubu Raya, Melawi, dan Sintang. BMKG mengimbau masyarakat di wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca, khususnya di daerah rawan genangan dan banjir.
Selanjutnya, pada Selasa, 6 Januari 2026, potensi hujan sedang hingga lebat kembali meluas. Sejumlah daerah yang masuk status Waspada antara lain Kabupaten Bengkayang, Kubu Raya, Landak, Mempawah, Sambas, Sanggau, dan Sintang. Kondisi ini berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama di sektor transportasi dan pertanian.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 4–10 Januari 2026
BMKG Kalimantan Barat menegaskan bahwa selama periode 4 hingga 6 Januari 2026, tidak terdapat potensi angin kencang di seluruh wilayah Kalimantan Barat atau dinyatakan nihil. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat berubah secara cepat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan media terpercaya.
Sumber:





