- Ge – Gerak melemah: salah satu sisi tubuh tiba-tiba lemah atau sulit digerakkan.
- Ra – Bicara pelo: bicara mendadak tidak jelas, sulit berbicara, atau sulit memahami pembicaraan.
- Ke – Kebas atau kesemutan: mati rasa atau kesemutan yang muncul mendadak, terutama pada satu sisi tubuh.
- R – Rabun: gangguan penglihatan mendadak, seperti pandangan kabur, gelap, atau kehilangan penglihatan.
- S – Sakit kepala hebat: sakit kepala mendadak yang sangat berat, terutama jika disertai mual, muntah, atau penurunan kesadaran.
BACA JUGA:Viral Keluhan Pasien IGD Menunggu Lama, Manajemen RSUD SSMA Pontianak Buka Suara
Apabila seseorang mengalami salah satu gejala tersebut, masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis dan membawa pasien ke rumah sakit. Jangan menunggu seluruh gejala muncul atau menunda pemeriksaan karena berharap kondisi membaik dengan sendirinya.
Dr. Faqih sendiri mengibaratkan penanganan stroke seperti memadamkan kebakaran di rumah. Api yang segera dipadamkan dapat membatasi kerusakan, sedangkan api yang dibiarkan akan semakin meluas. Begitu pula stroke, semakin cepat pertolongan diberikan, semakin besar peluang membatasi kerusakan otak.
BACA JUGA:Peringati Hari Pendengaran Sedunia, RSUD SSMA Pontianak Edukasi Kesehatan Telinga Anak
Pencegahan Stroke Dimulai dari Pola Hidup Sehat
Selain mengenali gejala dan mempercepat penanganan, masyarakat perlu melakukan langkah pencegahan stroke dengan mengendalikan faktor risiko. Upaya yang dapat dilakukan antara lain memeriksakan kesehatan secara rutin, menjaga tekanan darah, mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol, berhenti merokok, serta menghindari konsumsi alkohol.
Masyarakat juga dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan, melakukan aktivitas fisik secara teratur, menjaga kualitas tidur sekitar 7–9 jam bagi orang dewasa, dan mengelola stres dengan baik.
BACA JUGA:Penderita Diabetes Ingin Puasa Aman? Ini Tips RSUD SSMA Pontianak Cegah Komplikasi Selama Ramadan
Penerapan pola hidup sehat secara konsisten dapat membantu mengurangi faktor risiko stroke sekaligus menekan risiko berbagai penyakit tidak menular lainnya.
Di akhir penyuluhan, dr. Faqih berharap masyarakat meneruskan informasi yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan semakin banyak orang mengenali tanda-tanda stroke dan memahami pentingnya penanganan cepat, agar tindakan yang tepat dapat segera dilakukan ketika gejala muncul.