PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Hari Stroke Sedunia diperingati setiap 29 Oktober untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya stroke, pengenalan gejala sejak dini, dan pentingnya mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin. Memperingati Hari Stroke Sedunia 2026, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak menggelar penyuluhan kesehatan pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko, tanda dan gejala stroke, serta pentingnya penanganan segera untuk mengurangi risiko kecacatan dan kematian.
Dalam penyuluhan itu, dr. Achmad Faqih, Sp.N., FMIN, menjelaskan stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis akibat gangguan aliran darah ke otak, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Gangguan tersebut menyebabkan otak kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga sel-sel otak berisiko mengalami kerusakan.
BACA JUGA:RSUD SSMA Pontianak Edukasi Gejala Stroke dan Penanganan Cepat
Stroke menjadi salah satu masalah kesehatan serius di dunia. Risikonya dapat dialami siapa saja. Selain berpotensi menyebabkan kematian, stroke juga merupakan salah satu penyebab utama kecacatan pada orang dewasa.
“Sekitar 90 persen kejadian stroke berpotensi dicegah melalui pengendalian faktor risiko dan penerapan pola hidup sehat,” jelas dr. Faqih.
BACA JUGA:RSUD SSMA Pontianak Bagikan 5 Pilar Pengendalian Diabetes, Ini Penjelasannya
Kenali Gejala Stroke dengan Metode SeGeRa Ke RS
Dr. Faqih menjelaskan, kecepatan penanganan menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi stroke. Keterlambatan mendapatkan pertolongan dapat meningkatkan risiko kerusakan sel-sel otak.
“waktu adalah otak. Setiap menit keterlambatan dapat menyebabkan jutaan sel otak mengalami kerusakan,” jelasnya.
Untuk membantu masyarakat mengenali gejala stroke, dr. Faqih memperkenalkan metode SeGeRa Ke RS. Metode ini mengingatkan masyarakat agar mewaspadai perubahan kondisi tubuh yang muncul secara mendadak.
Berikut tanda-tanda stroke yang perlu dikenali:
BACA JUGA:Cegah Diare di Tengah Kabut Asap, RSUD SSMA Pontianak: Jangan Lupakan PHBS dan Pengobatan yang Tepat
- Se – Senyum tidak simetris: wajah mendadak tampak mencong atau perot.