Contoh tersebut menunjukkan bahwa perubahan model bisnis dapat menjadi salah satu cara untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pelaku usaha perlu mengevaluasi strategi distribusi, pola penjualan, serta pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan konsumen.
Perkembangan teknologi juga memengaruhi kebutuhan tenaga kerja dan operasional perusahaan. Proyeksi World Economic Forum memperkirakan sekitar 22 persen lapangan kerja akan mengalami disrupsi hingga 2030, seiring perubahan teknologi, demografi, dan dinamika geopolitik.
Karena itu, strategi yang sebelumnya efektif belum tentu sesuai dengan kondisi pasar saat ini. Pelaku usaha perlu terus menyesuaikan produk, layanan, dan model bisnis agar tetap kompetitif.
BACA JUGA:Pemimpin Harus Beri Sinyal Jika Sedang Krisis, Kuliah Umum Dahlan Iskan di Universitas Paramadina
Ekonomi DIY Tumbuh 5,75 Persen
Di tengah berbagai tantangan tersebut, perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat pertumbuhan positif. Pada triwulan II 2026, ekonomi DIY tumbuh 5,75 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Angka itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen pada periode yang sama.
Sementara itu, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen. Bank Indonesia menyebut permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB), sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
BACA JUGA:Dahlan Iskan Menang Gugatan Lawan Jawa Pos Jaringan Media Nusantara di PN Bogor
Pertumbuhan ekonomi DIY menjadi modal bagi dunia usaha untuk berkembang. Meski demikian, pelaku usaha tetap perlu mengantisipasi persaingan, perubahan pola konsumsi, serta kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang.
Tantangan tersebut tidak hanya dihadapi perusahaan besar, tetapi juga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Temu Responden BI untuk Memetakan Kondisi Usaha
Temu Responden sendiri merupakan bagian dari upaya BI DIY menghimpun informasi mengenai perkembangan ekonomi dan aktivitas dunia usaha di daerah.
Kantor Perwakilan BI DIY secara rutin memantau kondisi perekonomian melalui sejumlah survei, antara lain Survei Liaison, Survei Kegiatan Dunia Usaha, Survei Konsumen, Survei Pemantauan Harga, dan Survei Harga Properti Residensial.
BACA JUGA:Yuk Intip Kesederhanaan Dahlan Iskan dan Nafsiah Sabri dalam Perayaan 50 Tahun Pernikahan