Pemprov Kalbar Dukung Transformasi IAIN Pontianak Menjadi UIN

Kamis 17-09-2026,15:59 WIB
Editor : Muhammad Zibi Alifiqri

PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) menegaskan komitmennya mendukung transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) XXIII IAIN Pontianak Tahun 2026 di Hotel Novotel Pontianak pada Kamis, 17 September 2026.

BACA JUGA:Pemprov Kalbar Dukung Transformasi IAIN Pontianak Menjadi UIN

Ria Norsan sendiri mengatakan transformasi kelembagaan IAIN menjadi UIN tidak hanya menjadi perubahan status administratif, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kalbar.

“Saya berharap transformasi kelembagaan ini dinilai bukan sekadar perubahan status administratif belaka, melainkan sebuah lompatan besar untuk melahirkan SDM yang luas ilmunya, kuat nilainya, matang dalam berpikir, serta peduli terhadap masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:Pemprov Kalbar Gerakkan Perangkat Daerah Bersama Hadapi Karhutla

Menurutnya peningkatan kualitas SDM menjadi bagian penting dalam pembangunan Kalbar. Hal itu sejalan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar pada 2025 yang mencapai 72,09, meningkat dari 71,19 pada tahun sebelumnya.

“Saya kira capaian positif ini harus terus didorong melalui peningkatan akses, dan mutu pendidikan tinggi, di mana perguruan tinggi Islam negeri memegang peranan krusial sebagai pilar pencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

BACA JUGA:Hadapi Dampak Kabut Asap, Pemprov Kalbar Buka Rumah Oksigen 24 Jam

Ria Norsan juga berpesan kepada para wisudawan agar terus belajar dan mengembangkan kapasitas diri. Menurutnya, perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja menuntut generasi muda untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi.

“Jadi anak-anakku sekalian, jangan pernah berhenti untuk menuntut ilmu. Karena ilmu itu tidak ada habisnya. Yang paling penting, ilmu itu juga harus disertai dengan iman,” pungkasnya.

Kategori :