Temu Karya Karang Taruna Kalbar Digelar, Waketum Tekankan Integritas Pengurus

Sabtu 11-07-2026,23:02 WIB
Reporter : Epri Sandi Putra, S. M
Editor : Muhammad Zibi Alifiqri

BACA JUGA:Irfan Oktodiar Terpilih Pimpin Karang Taruna Kota Pontianak, Siap Perkuat Pemberdayaan Pemuda

Ia berharap kedua daerah tersebut dapat segera melaksanakan temu karya sehingga seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat memiliki kepengurusan Karang Taruna yang definitif.

Sesuai Pedoman Operasional Karang Taruna, para ketua terpilih diminta menyampaikan hasil temu karya beserta usulan struktur kepengurusan kepada Pengurus Nasional Karang Taruna paling lambat 30 hari setelah pelaksanaan kegiatan. Dokumen tersebut akan menjadi dasar penerbitan Surat Keputusan (SK) kepengurusan.

Setelah kembali ke daerah masing-masing, para ketua juga diminta segera melaporkan hasil temu karya kepada bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota, serta OPD pembina teknis seperti Dinas Sosial, Dinas Pemuda dan Olahraga maupun dinas terkait lainnya.

BACA JUGA:Karang Taruna Kalbar Buka Pendaftaran Ketua, Didominasi Kader Muda dari 11 Daerah

Menurut Bahtiar, langkah tersebut penting untuk membangun sinergi antara Karang Taruna dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan tanpa memandang latar belakang politik kepala daerah.

Ia menegaskan bahwa Karang Taruna merupakan organisasi yang memiliki tugas membantu kerja-kerja pemerintah, khususnya dalam menangani persoalan sosial di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pengurus Karang Taruna memanfaatkan data desil kesejahteraan masyarakat yang tersedia melalui Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai dasar penyusunan program kerja. Menurutnya, fokus utama Karang Taruna adalah membantu masyarakat pada kelompok desil satu hingga desil empat agar mampu meningkatkan taraf kesejahteraannya.

BACA JUGA:Karang Taruna Kalbar Buka Pendaftaran Calon Ketua Kabupaten/Kota dan Provinsi

“Perjuangan kita adalah bagaimana masyarakat yang berada pada desil satu bisa naik menjadi desil dua, desil dua menjadi desil tiga, dan seterusnya. Harapan akhirnya sebagaimana program Presiden adalah menghapus kemiskinan sehingga tidak ada lagi masyarakat yang berada pada desil satu di Indonesia,” tutupnya.

Kategori :