PONTIANAKINFO.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio kembali merilis peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Provinsi Kalimantan Barat periode Senin, 18 Mei hingga Rabu, 20 Mei 2026.
Berdasarkan informasi terbaru yang diperbarui pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 09.51 WIB, sejumlah daerah di Kalbar masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang lokal.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 18–20 Mei 2026
Pada Senin, 18 Mei 2026, wilayah yang masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau, dan Kabupaten Sintang.
Sementara pada Selasa, 19 Mei 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sintang.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 18–24 Mei 2026
Adapun untuk Rabu, 20 Mei 2026, BMKG Kalbar menyatakan nihil peringatan dini cuaca di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Kondisi ini menunjukkan adanya penurunan potensi cuaca ekstrem dibanding beberapa hari sebelumnya.
BMKG menjelaskan bahwa status “Waspada” ditandai dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Sedangkan status “Siaga” menunjukkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat, dan status “Awas” mengindikasikan hujan sangat lebat hingga ekstrem.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 17–19 Mei 2026
Dalam rilis tersebut, BMKG juga menyampaikan bahwa tidak terdapat wilayah di Kalbar yang berpotensi mengalami angin kencang selama periode 18 hingga 20 Mei 2026. Seluruh kolom potensi angin kencang tercatat nihil.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca hujan, terutama di daerah rawan banjir, genangan air, longsor, maupun pohon tumbang. Pengguna jalan dan pengendara air juga diimbau berhati-hati saat beraktivitas di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
BACA JUGA:BMKG Kalbar Rilis Potensi Hujan Harian 17–23 Mei 2026
BMKG Kalbar mengingatkan masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG maupun media sosial Stasiun Meteorologi Supadio untuk mendapatkan pembaruan prakiraan cuaca secara berkala.
Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di Kalimantan Barat dinilai masih dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.