Sujiwo juga menyinggung karya monumental Kartini: Habis Gelap Terbitlah Terang, yang merupakan kumpulan pemikiran dan curahan hati Kartini tentang kondisi perempuan pada masanya.
“Itu adalah curhatan Kartini tentang ketidakadilan, tentang perempuan yang harus dipingit, dimadu, dan dibatasi ruang geraknya. Itulah yang beliau perjuangkan,” jelasnya.
BACA JUGA:Upaya Tekan Dampak Perubahan Iklim, Kubu Raya Tanam Puluhan Ribu Mangrove
Sujiwo pun berharap semangat Kartini terus hidup dalam diri perempuan Kubu Raya. Ia mengajak seluruh kaum ibu untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga meneladani perjuangan Kartini dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harus mewarisi, meneladani, dan menghargai jasa Kartini. Khususnya emak-emak Kubu Raya, jadilah perempuan hebat yang mampu membawa perubahan,” pungkasnya.