Gol kedua Barcelona lahir dari kesalahan Espanyol dalam penguasaan bola. Barcelona dengan cepat melakukan transisi menyerang, memanfaatkan pertahanan lawan yang belum siap.
Situasi ini menghasilkan peluang yang diselesaikan dengan baik oleh Ferran Torres. Transisi cepat menjadi salah satu senjata penting Barcelona dalam pertandingan ini.
BACA JUGA:Analisis Taktik Barcelona vs Newcastle United: Peran Lewandowski dan Eksplosifnya Raphinha-Yamal
Minim Pergerakan Tanpa Bola
Meski tampil dominan, Barcelona masih memiliki kelemahan. Salah satunya adalah kurangnya pergerakan tanpa bola saat ruang sudah tercipta.
Dalam beberapa situasi, pemain seperti Gavi berhasil menarik bek lawan, tetapi tidak ada pemain lain yang langsung mengeksploitasi ruang tersebut yang berakibat:
- Peluang menjadi terbuang
- Serangan kehilangan momentum
- Pemain harus melakukan counter movement.
BACA JUGA:Analisis Taktik Manchester City vs Real Madrid: Eksploitasi Ruang Jadi Senjata Utama Los Blancos
Bukti Celah Transisi
Gol balasan Espanyol yang dicetak Pol Lozano terjadi akibat kelemahan transisi bertahan Barcelona. Saat kehilangan bola, struktur tim belum kembali ke posisi ideal, sehingga ruang terbuka untuk dimanfaatkan lawan.
Perubahan False Nine dan Efektivitas
Di babak kedua, Barcelona tetap menggunakan konsep false nine, namun dengan variasi berbeda. Peran ini sempat diisi oleh Dani Olmo yang didukung oleh Frenkie de Jong.