“Di bengkel ini, alat-alat kerja habis terbakar, termasuk motor-motor milik pelanggan. Ada sekitar empat unit motor yang sedang diservis, sebagian sudah selesai, tapi belum sempat diambil oleh pemiliknya,” katanya.
Ia menambahkan, saat kejadian dirinya sempat menyelamatkan satu unit sepeda motor sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.
“Saat kejadian, saya sempat menyelamatkan satu unit motor. Setelah itu sudah tidak bisa lagi, karena api semakin besar. Jadi yang bisa diselamatkan hanya satu motor saja,” sebutnya.
Wakil memperkirakan total kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai lebih dari Rp100 juta, bahkan bisa menembus Rp200 juta. Saat ini, ia bersama keluarga terpaksa tinggal sementara di sekitar lokasi karena bengkel tersebut juga difungsikan sebagai tempat tinggal.
“Untuk kerugian diperkirakan bisa mencapai lebih dari Rp100 juta, bahkan mungkin sampai Rp200 juta. Saat ini saya sementara tinggal bersama keluarga di sekitar sini, karena bengkel ini juga sekaligus tempat tinggal,” ucapnya.
Ia berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk membantu dirinya bangkit kembali pasca kebakaran. Untuk sementara waktu, ia mengaku hanya bekerja serabutan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saya berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu kami bangkit kembali. Saat ini saya hanya bekerja serabutan,” tuturnya.
Meski mengalami kerugian besar, ia bersyukur seluruh anggota keluarganya selamat dalam peristiwa tersebut.
“Untuk kondisi keluarga, alhamdulillah semuanya dalam keadaan aman,” terangnya.
Ia mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpanya, terlebih usaha tersebut merupakan satu-satunya sumber penghidupan bagi dirinya dan keluarga.
“Perasaan saya tentu sangat terpukul. Usaha yang baru dirintis harus habis begitu saja. Ini satu-satunya mata pencaharian saya,” pungkasnya. (prokopim)