Selain dominan dalam menyerang, Barcelona juga tampil sangat agresif dalam fase bertahan.
Mereka menerapkan high pressing sejak lini depan untuk memaksa Newcastle melakukan kesalahan.
Ketika kehilangan bola, Barcelona langsung melakukan counter press untuk merebut kembali penguasaan dalam waktu singkat.
Pendekatan ini membuat Newcastle kesulitan membangun serangan dari belakang dan sering kehilangan bola di area berbahaya.
BACA JUGA:Analisis Taktik Newcastle United vs Barcelona: Pressing Brutal The Magpies Redam Blaugrana
Newcastle Kesulitan Keluar dari Tekanan
Newcastle sebenarnya mencoba melawan dengan pendekatan direct play dan serangan balik cepat. Namun, tekanan tinggi dari Barcelona membuat mereka sulit mengembangkan permainan.
Dua gol yang dicetak Anthony Elanga lebih banyak berasal dari momen transisi ketika Barcelona sedikit kehilangan fokus. Secara keseluruhan, Newcastle tidak mampu mengimbangi intensitas permainan Barcelona yang jauh lebih terorganisir.
BACA JUGA:Analisis Taktik Athletic Bilbao vs Barcelona: Build Up dan Rotasi Posisi Pecah Pertahanan Los Leones
Fleksibilitas Taktik
Salah satu hal paling mencolok dalam pertandingan ini adalah fleksibilitas taktik Barcelona. Mereka mampu beradaptasi dengan berbagai situasi di lapangan, baik saat menghadapi pressing lawan maupun ketika harus mengontrol tempo permainan.
Rotasi posisi, eksploitasi ruang, serta koordinasi antar lini berjalan sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang dibangun Hansi Flick sudah mencapai tingkat kematangan tinggi.
Dengan agregat 8-3, Barcelona menunjukkan bahwa mereka tidak hanya unggul secara individu, tetapi juga dari sisi kolektivitas dan taktik.
Jika mampu mempertahankan performa seperti ini, peluang Barcelona untuk melangkah lebih jauh di kompetisi Eropa sangat terbuka lebar.