PONTIANAKINFO.COM, PONTIANAK - Anggota DPRD Kota Pontianak, Yandi, mengeluhkan layanan internet WiFi Iconnet yang dinilai kerap mengalami gangguan dan merugikan pelanggan. Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan karena masyarakat membayar layanan internet secara bulanan, namun sering kali tidak dapat menikmati layanan secara penuh.
“Lagian kita kan bayarnya bulanan, bukan harian. Masa saya bayar sebulan tapi paketnya bisa dua hari rusak, bagaimana?” ujar Yandi pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Menurutnya, gangguan yang terjadi berulang kali dapat menunjukkan adanya pola yang merugikan pelanggan. Jika dalam satu bulan layanan mengalami gangguan satu hingga dua kali, maka dalam setahun jumlahnya akan menjadi cukup banyak.
BACA JUGA:Yandi DPRD Pontianak Keluhkan Layanan Internet Iconnet, Siap Panggil Pihak Perusahaan
“Berarti itu kan menjadi pola, pola terstruktur. Kalau setahun misalnya sebulan dia macet sekali atau dua kali, kalau dikumpulkan sudah banyak kali itu,” katanya.
Yandi juga menyoroti gangguan jaringan yang kerap terjadi saat momen-momen tertentu, seperti ketika aktivitas masyarakat sedang tinggi atau pada saat hari besar.
“Nah itu modus itu. Model WiFi modus. Tiap hari besar, seperti kemarin saat Cap Go Meh, jaringan malah macet,” ujarnya.
BACA JUGA:Ribuan Bikers Ikuti Sahur On The Road IMI Kalbar di Pontianak
Ia mengaku telah mengalami gangguan layanan selama dua hari dan berencana mendatangi langsung kantor penyedia layanan untuk meminta penjelasan sekaligus menuntut ganti rugi.
“Saya sudah dua hari tidak bisa pakai. Saya bilang ke pihak WiFi, nanti saya datang ke kantornya minta ganti rugi. Saya bayar bulanan, kalau dua hari tidak aktif berarti saya rugi dua hari,” tegasnya.
Selain itu, Yandi juga mengkritik alasan pihak penyedia layanan yang menyebut penanganan gangguan tidak dapat dilakukan karena bertepatan dengan hari libur.
BACA JUGA:Menteri Wihaji Dorong Penguatan Peran Tim Pendamping Keluarga di Pontianak
“Masa mereka bilang Sabtu-Minggu libur? Ini pelayanan umum kok pakai libur,” katanya.
Ia menilai bisnis yang berkaitan dengan pelayanan publik seperti internet seharusnya tetap memberikan layanan setiap hari tanpa mengenal hari libur.
“Kalau mau libur jangan bisnis internet yang dipakai setiap hari. Ini pelayanan masyarakat,” ujarnya.