Satu Langit Dua Perayaan, Gempita Toleransi Ramadan dan Imlek di Kota Pontianak

Selasa 17-02-2026,11:26 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Editor : Tim Redaksi

Pemkot Pontianak, lanjut Bahasan, berkomitmen mendukung kegiatan-kegiatan religi agar dapat dilaksanakan secara aman, tertib, dan berkelanjutan, serta menjadi agenda rutin dalam kalender event pariwisata daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat yang telah berperan aktif menyukseskan kegiatan ini sehingga berjalan tertib, aman, dan tetap menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya.

Ia berharap tradisi Pawai Obor terus terpelihara dan mampu memperkuat citra Kota Pontianak sebagai destinasi religi dan budaya.

“Semoga cahaya obor yang kita arak malam ini menerangi langkah kita menyambut Ramadan dan memperkuat citra Kota Pontianak sebagai destinasi religi dan budaya,” tutup Bahasan.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Pontianak Rizal Al Mutahar menyebut Pawai Obor melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari anak-anak hingga kelompok majelis taklim.

“Pawai obor ini dilaksanakan dalam rangka mempererat silaturahmi. Banyak yang terlibat, mulai dari anak-anak, remaja masjid, majelis taklim, dan komunitas lainnya,” ujarnya.

Ia menilai keterlibatan komunitas memberi nilai budaya yang kuat dalam menyemarakkan syiar keagamaan menjelang Bulan Ramadan.

“Komunitas-komunitas ini memberikan budaya yang luar biasa untuk menjaga tradisi dan menyemarakkan syiar dalam menyambut Bulan Ramadan,” katanya.

Rizal berharap kegiatan serupa dapat dikelola lebih merata di setiap kecamatan agar tidak terpusat di satu lokasi dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami berharap pengelolaan kegiatan seperti ini bisa lebih merata. Tidak hanya di satu tempat, tetapi dibagi di setiap kecamatan sehingga semarak syiar agama bisa dirasakan lebih luas,” jelasnya.

Menurut dia, kegiatan pawai juga dapat disinergikan dengan berbagai komunitas dan kelompok masyarakat lainnya agar partisipasi semakin luas dan suasana semakin semarak.

“Ke depan, pawai-pawai ini perlu diatur dengan rambu dan ritme yang menarik, sehingga kelompok-kelompok masyarakat bisa semakin berpartisipasi,” tambahnya.

Rizal menyebut kegiatan Pawai Obor di kawasan Jalan Karet telah berlangsung untuk ketiga kalinya dan berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.

“Kalau tidak salah, ini sudah kegiatan yang ketiga kalinya sejak diselenggarakan di Jalan Karet. Alhamdulillah berjalan dengan baik sesuai jadwal,” pungkasnya.

Di kota yang disatukan Sungai Kapuas ini, obor dan lampion menjadi metafora kebersamaan. Cahaya berbeda, tetapi sama-sama menerangi. Pontianak kembali membuktikan, di tengah keberagaman, harmoni tetap menjadi pilihan. (prokopim/kominfo)

Kategori :