Gerhana Matahari Cincin Api 17 Februari 2026, Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?

Jumat 13-02-2026,15:10 WIB
Reporter : Muhammad Zibi Alifiqri, S. Pd
Editor : Muhammad Zibi Alifiqri, S. Pd

- Puncak gerhana: 12.12.04 UTC atau 19.12.04 WIB

- Akhir gerhana penuh: 12.41.29 UTC atau 19.41.29 WIB

- Akhir gerhana parsial: 14.27.42 UTC atau 21.27.42 WIB.

BACA JUGA:Fenomena Theotown 2026, Saat Game Simulasi Kota Jadi Cermin Masalah Warga Indonesia

Apakah Indonesia Bisa Melihat Gerhana Matahari Cincin Api?

Sayangnya, Indonesia tidak termasuk dalam jalur visibilitas utama Gerhana Matahari Cincin Api pada 17 Februari 2026. Puncak gerhana terjadi ketika Matahari sudah terbenam di wilayah Indonesia, sehingga fenomena ini tidak dapat disaksikan secara langsung.

Meski demikian, masyarakat Indonesia masih dapat menantikan fenomena astronomi lain, yakni Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026, yang diprediksi dapat terlihat dari sebagian besar wilayah Tanah Air.

BACA JUGA:Fenomena 'Digital Service Reselling': Mengapa Bisnis Keagenan Media Sosial Jadi Primadona Baru Ekonomi Digital

Wilayah yang Bisa Menyaksikan Gerhana Matahari Cincin Api 2026

Fenomena annular eclipse secara utuh hanya dapat disaksikan oleh pengamat yang berada di jalur sempit di belahan selatan Bumi, terutama di Antartika. Di wilayah ini, Bulan akan menutupi hampir seluruh piringan Matahari dan membentuk cincin cahaya yang jelas.

Gerhana akan melintasi Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia. Wilayah selatan Amerika Selatan dan Afrika Tenggara diperkirakan hanya dapat menyaksikan gerhana parsial. Beberapa lokasi seperti Pulau Heard, Reunion, dan Mauritius juga hanya melihat efek sebagian.

BACA JUGA:Mengintip Peluang Bisnis 'Jasa Viral': Profesi Baru yang Menjanjikan di Balik Fenomena Media Sosial

Cara Aman Mengamati Gerhana Matahari

NASA mengingatkan bahwa mengamati Matahari secara langsung tanpa pelindung khusus sangat berbahaya, meskipun sebagian besar Matahari tertutup Bulan. Paparan langsung dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata.

Pengamat disarankan menggunakan kacamata pengamatan Matahari bersertifikat atau metode tidak langsung, seperti proyektor lubang jarum dari bahan sederhana. Cara ini dinilai lebih aman karena tidak melihat Matahari secara langsung dan mampu meminimalkan risiko gangguan penglihatan.

Kategori :