PONTIANAKINFO.COM - Langit pada Februari 2026 akan dihiasi salah satu fenomena astronomi paling menarik, yakni Gerhana Matahari Cincin Api atau Ring of Fire yang terjadi pada 17 Februari 2026. Peristiwa ini menjadi salah satu dari dua gerhana matahari besar yang diprediksi terjadi sepanjang tahun 2026 dan menyedot perhatian para pengamat langit di seluruh dunia.
Gerhana Matahari Cincin Api dikenal sebagai fenomena unik karena menampilkan Matahari yang tampak seperti cincin bercahaya di langit. Lantas, apa itu gerhana matahari cincin api, kapan tepatnya terjadi, dan apakah bisa disaksikan dari Indonesia? Berikut penjelasan lengkapnya.
BACA JUGA:Gerhana Matahari Cincin Api 17 Februari 2026, Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?
Apa Itu Gerhana Matahari Cincin Api?
Dilansir dari National Aeronautics and Space Administration (NASA), gerhana matahari cincin api terjadi ketika Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi atau apogee. Pada posisi ini, ukuran Bulan tampak lebih kecil dibandingkan Matahari sehingga tidak mampu menutupi piringan Matahari secara sempurna.
Akibatnya, bagian tepi Matahari tetap terlihat membentuk lingkaran cahaya terang yang mengelilingi Bulan. Efek visual inilah yang dikenal sebagai cincin api (ring of fire) dan menjadi ciri khas gerhana matahari cincin.
BACA JUGA:Gerhana Bulan Total Terjadi 7 September 2025, BMKG Kalbar Rilis Jadwal Lengkap
Apa Istimewanya Gerhana Matahari Cincin Api 2026?
Berdasarkan laporan Forbes, durasi maksimal Gerhana Matahari Cincin Api 2026 diperkirakan mencapai sekitar 2 menit 20 detik. Fenomena ini tergolong langka karena hanya dapat diamati secara penuh di wilayah tertentu di Bumi.
Fase annular atau cincin penuh akan terjadi di wilayah terpencil, mulai dari Antartika hingga sebagian kecil Eropa. Saat puncak gerhana, posisi Matahari berada sekitar 5–10 derajat di atas cakrawala, sehingga menciptakan pemandangan langit yang unik dan dramatis.
BACA JUGA:Fenomena Antre di Tempat Makan Viral, Worth It atau Sekadar Ikut Tren?
Jadwal Gerhana Matahari Cincin Api 17 Februari 2026
Proses gerhana matahari berlangsung selama beberapa jam dalam skala global. Mengacu pada data NASA dan Timeanddate, berikut urutan waktu kejadian dalam UTC dan WIB:
- Awal gerhana: 09.56.26 UTC atau 16.56.26 WIB
- Awal gerhana penuh: 11.42.54 UTC atau 18.42.54 WIB